Sebanyak 398 Gampong di Aceh Utara Masih Berstatus Desa Tertinggal

"Desa yang berstatus tertinggal paling banyak di Kecamatan Lhoksukon, sementara Kecamatan Syamtalira Aron tercatat nol atau nihil desa tertinggal,"
Sebanyak 398 Gampong di Aceh Utara Masih Berstatus Desa Tertinggal
Arsip Foto - Seorang anak keluarga miskin beraktivitas didalam rumahnya di Desa Darussalam, Nisam Antara, Aceh Utara, Aceh, Rabu (18/10). (ANTARA FOTO/Rahmad/pd/17)

ACEHSATU.COM | Lhokseumawe – Sebanyak 398 gampong di Aceh Utara masih berstatus desa tertinggal.

398 gampong (desa) di daerah Aceh Utara masih berstatus desa tertinggal, Hal ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampoeng (DPMG) Kabupaten Aceh Utara Fakhrurrazi. 

“Dari data yang ada tercatat desa tertinggal di Aceh Utara mencapai 398 gampong dari total 852 gampong, sementara untuk desa sangat tertinggal sebanyak 19 gampong,” kata Fakhrurrazi di Lhokseumawe, Selasa. 

Fakhrurrazi mengatakan, jumlah desa berstatus mandiri sebanyak lima gampong, desa maju sebanyak 34 gampong dan desa berkembang mencapai 396 gampong. 

“Desa yang berstatus tertinggal paling banyak di Kecamatan Lhoksukon, sementara Kecamatan Syamtalira Aron tercatat nol atau nihil desa tertinggal,” katanya.

Untuk status desa sangat tertinggal, kata Fakhrurrazi, tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Lhoksukon tiga desa, Kecamatan Meurah Mulia tiga desa, Kecamatan Sawang empat desa, Kecamatan Langkahan tujuh desa dan Kecamatan Pirak Timu dua desa. 

“Untuk lima desa yang berstatus maju yakni Kecamatan Dewantara, Kecamatan Lhoksukon dan Kecamatan Tanah Jambo Aye masing-masing satu desa, serta Kecamatan Muara Batu dua desa,” katanya. 

Fakhrurrazi menyebutkan indeks suatu desa berstatus tertinggal tersebut terjadi karena beberapa faktor seperti ketersediaan dan akses terhadap pelayanan dasar infrastruktur, aksesibilitas atau transportasi pelayanan umum dan penyelenggaraan pemerintahan yang masih minim.

“Kami bersama beberapa instansi terkait terus berupaya untuk menurunkan angka desa tertinggal di Kabupaten Aceh Utara dengan berbagai program yang telah dicanangkan,” tutup Fakhrurrazi.