Satu Masjid di Aceh Barat Terendam Banjir

Tidak hanya itu, banjir juga turut merendam masjid di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.
Masjid di Aceh Barat Terendam Banjir
Sebuah bangunan masjid di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir setelah aliran sungai di kawasan ini meluap setelah diguyur hujan lebat, Selasa (6/7/2021). (ANTARA/HO-Dok. BPBD Aceh Barat)

ACEHSATU.COM | MEULABOH – Ratusan rumah warga yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat hingga Selasa malam, masih terendam air berkisar antara 30 centimeter hingga satu meter setelah kawasan ini dilanda hujan lebat sejak Senin (5/7) malam.

Tidak hanya itu, banjir juga turut merendam masjid di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.

“Tidak ada masyarakat yang mengungsi, kecuali hanya rumah warga dan sebuah masjid yang terendam air karena letaknya berdekatan dengan lokasi sungai,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat Mashuri di Meulaboh, Selasa malam.

Ada pun sebaran lokasi pemukiman warga yang terendam banjir di daerah ini, kata dia, meliputi Desa Blang Luah, Alue Leuhop, Krueng Bhee Kecamatan Woyla Timur.

Kemudian Desa Lhok Malee, Napai, Alue Leuhop, Cot Ie Mameeh, Cot Rambong, Blang Luah, Peuleukung Kecamatan Wola Barat.

Di Kecamatan Meureubo Aceh Barat banjir juga merendam dua desa yakni Desa Pasi Aceh Tunong dan Desa Pasi Masjid.

Masjid di Aceh Barat Terendam Banjir
Sebuah bangunan masjid di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat terendam banjir setelah aliran sungai di kawasan ini meluap setelah diguyur hujan lebat, Selasa (6/7/2021). (ANTARA/HO-Dok. BPBD Aceh Barat)

Sedangkan di Kecamatan Johan Pahlawan banjir merendam Desa Suak Ribee, Kuta Padang, Seuneubok, Ujong Baroh.

Banjir juga merendam satu desa di Desa Tumpok Ladang Kecamatan Kaway XVI, dan Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lambalek.

Mashuri menambahkan, penyebab terjadinya banjir di sebagian wilayah Kabupaten Aceh Barat terjadi akibat tingginya curah hujan sehingga menyebabkan aliran sungai masing-masing Krueng Meureubo dan Krueng Woyla meluap, dengan ketinggian air mencapai 1,30 meter.

“Hingga Selasa malam, petugas masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi banjir,” kata Mashuri menuturkan. (*)