Satu Masjid dan 17 Desa di Aceh Barat Terendam Banjir

Sebanyak 17 desa di Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat hingga Sabtu (15/5/2021) malam terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga 1,3 meter.
Masjid di Aceh Barat
Sebuah masjid terendam banjir di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, Sabtu (15/5/2021) ANTARA/HO-Dok. BPBD Aceh Barat

Desa di Aceh Barat Terendam Banjir

ACEHSATU.COM | MEULABOH – Sebanyak 17 desa di Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat hingga Sabtu (15/5/2021) malam terendam banjir dengan ketinggian air berkisar antara 30 sentimeter hingga 1,3 meter.

Akibatnya, sebagian masyarakat yang terdampak banjir di daerah ini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dari terjangan banjir.

“Banjir ini terjadi akibat meluapnya air sungai setelah diguyur hujan lebat sejak dua hari terakhir,” kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Mashuri, Sabtu malam di Meulaboh.

Ada pun desa yang terendam banjir tersebut meliputi Desa Napai, Alue Leuhop, Blang Luah, Cot Rambong, Pasi Malee, Lhok Malee, Blang Cot Mameh, Lubok Pasi Ara, Peuleukung, Kulam Kaju, Cot Lagan LM, Blang Cot Rubek, serta Ulee Pasi Ara Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.

Masjid di Aceh Barat
Sebuah masjid terendam banjir di Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat, Sabtu (15/5/2021) ANTARA/HO-Dok. BPBD Aceh Barat

Sedangkan di Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, kata Mashuri, banjir merendam Desa Alue Kuyun, Alue Seuralen, Rambong Pinto, serta Desa Blang Luah.

Mashuri menambahkan, hingga Sabtu malam sebagian masyarakat yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, guna membersihkan kotoran akibat genangan banjir.

Ia juga mengakui hingga Sabtu malam masih terdapat desa yang terendam banjir di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.

“Petugas BPBD Aceh Barat saat ini masih terus melakukan pendataan terhadap masyarakat atau daerah yang terdampak banjir,” kata Mashuri. (*)