Satu Harimau Sumatera Mati Ditemukan Lagi di Lokasi Yang Sama Terkena Jeratan

Letaknya tidak jauh dan hanya berjarak lebih kurang 500 meter dari lokasi penemuan pertama dua ekor harimau dengan kondisi sama. Total jumlah harimau tewas ditemukan menjadi sebanyak 3 (Tiga) ekor.
Harimau Sumatera Mati
penemuan pertama dua ekor harimau dengan kondisi sama. Total jumlah harimau tewas ditemukan menjadi sebanyak 3 (Tiga) ekor.

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – Satu Harimau Sumatera Mati Ditemukan Lagi di Lokasi yang sama Terkena Jeratan.

Tidak jauh dari lokasi sebelumnya Kembali ditemukan seekor Harimau Sumatera atau Panthera Tigris Sumatera Mati, terkena jeratan di kawasn hutan Aceh Timur, Minggu (24/4/22)

Letaknya tidak jauh dan hanya berjarak lebih kurang 500 meter dari lokasi penemuan pertama dua ekor harimau dengan kondisi sama. Total jumlah harimau tewas ditemukan menjadi sebanyak 3 (Tiga) ekor.

Kapolsek Peunaron Iptu Hendra Sukmana, SH, mengatakan, satu ekor Harimau kembali ditemukan tidak bernyawa, tidak jauh dari lokasi penemuan pertama..

“Satu ekor harimau yang mati, di temukan tidak jauh dari lokasi sebelumnya, hanya berjarak lebih kurang sekira 500 meter” kata Kapolsek.

Baca Juga: Dua Ekor Harimau Sumatra Ditemukan Mati Terjerat di Hutan Aceh Timur

Sebelumnya diberitakan, Dua ekor harimau sumatra atau Panthera Tigris Sumatra ditemukan kondisi mati di hutan seputaran PT. AT Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh, Minggu 24/04/2022.

Terhadap temuan ini, Kapolres Aceh Timur mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memasang jeratan hewan dengan alasan apapun, karena hal itu dapat membahayakan binatang satwa lainnya

termasuk satwa yang dilindungi dan dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Sanksi tersebut berupa pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Demikian juga melakukan pelanggaran karena kelalaiannya akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp.100 juta.