Satlantas Polres Bireuen Sosialisasi Aceh Zero Traffic Accident 2021

Satlantas Polres Bireuen mengelar sosialisasi Aceh Zero Traffic Accident 2021 dalam upaya untuk menekan kecelakaan lalulintas dan juga meningkatkan ketertiban berlalulintas, di Kabupaten Bireuen.
Satlantas Polres Bireuen
Kasatlantas Polres Bireuen AKP Widya Rachmat Jayadi SIK tengah menyampaikan arahannya, Kamis (21/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Satlantas Polres Bireuen mengelar sosialisasi Aceh Zero Traffic Accident 2021 dalam upaya untuk menekan kecelakaan lalulintas dan juga meningkatkan ketertiban berlalulintas, di Kabupaten Bireuen.

Kegiatan diikuti pejabat dari sejumlah dinas dan instansi dan stakeholder terkait di Kabupaten Bireuen, berlangsung di De Contana Cafe jalan Medan-Banda Aceh Kamis (21/01/2021) pagi.

Kasatlantas Polres Bireuen, AKP Widya Rachmat Jayadi SIK memimpin kegiatan didampingi KBO Satlantas Iptu Hendri Yunan menjelaskan. Kegiatan ini digelar guna mensosialisasikan program Dirlantas Polda Aceh

“Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani SIK MH sangat atensi dengan angka kecelakaan lalulintas yang terjadi di Aceh, dan program ini adalah satu upaya menekan angka kecelakaan lalulintas,” terang Kasatlantas.

Satlantas Polres Bireuen
Kasatlantas Polres Bireuen AKP Widya Rachmat Jayadi SIK tengah menyampaikan arahannya, Kamis (21/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Dalam arahannya, Kasatlantas AKP Widya Rachmat Jayadi SIK juga menyampaikan hal terkait analisa dan evaluasi kecelakaan lalulintas terjadi tahun 2019 dan 2020, di Kabupaten Bireuen.

Seperti jumlah angka kecelakaan, korban kecelakaan mulai dari siswa dan berbagai kalangan, waktu sering terjadi kecelakaan, penyebab tabrakan, termasuk jenis-jenis kendaraan sering mengalami tabrakan dan paling dominan yaitu sepeda motor.

Khususnya siswa-siswi SMA sederajat di Bireuen pergi sekolah mengenderai dan menumpang sepeda motor dengan teman atau orang tua, agar memakai helm muka belakang, diharapkan pergi dan pulang lancar dan selamat sampai tujuan.

Kata Kasatlantas, disaat jam pulang anak sekolah banyak terjadi kecelakaan yang melibatkan pelajar, dalam hal ini diharap peran semua pihak untuk dapat menekan lakalantas karena kecelakaan itu dapat dialami berbagai kalangan masyarakat.

Hasil pertemuan tadi semua pihak terkait, intinya siap mendukung kegiatan tersebut, untuk menyelamatkan pelajar jadi korban kecelakaan, 70 persen kecelakaan dialami sepeda motor dan 60 persen ke bawah korban usia produktif.

“Kita juga mengimbau agar anak dibawah umur tidak membawa sepeda motor, dan kepada orang tua jangan merasa bangga anaknya bisa bawa sepeda motor, bisa bawa sepeda motor jika sudah punya SIM,” terang Kasatlantas. (*)