SAR Banda Aceh Evakuasi Seorang ABK Kapal Kargo Berbendera Liberia

SAR Banda Aceh mengevakuasi seorang leki-laki warga negara Filipina bernama Elberth Sedicol dari sebuah kapal kargo berbendera Leberia.
evakuasi
Tim SAR mengevakuasi warga negara Filipina anak buah kapal kargo berbendera Liberia karena sakit di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, Selasa (7/12/2021). ANTARA/HO/Humas Kantor SAR Banda Aceh

ACEHSATU.COM | Banda Aceh ,- Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi seorang anak buah warga Negara Filipina dari sebuah kapal kargo berbendera Liberia karena mengalami sakit dibagian perut.

Dikutip dari Antara.com, Kepala Kantor SAR Banda Aceh Budiono mengatakan, tim SAR Banda Aceh mengevakuasi seorang leki-laki warga negara Filipina bernama Elberth Sedicol dari sebuah kapal kargi berbendera Leberia. Evakuasi tersebut  berlangsung  di sekitar Pulau Weh, Kota Sabang atau di Selat Benggala menggunakan kapal SAR KN Kresna 232.

Budiono menjelaskan, Warga negara Filipina yang dievakuasi karena mengalami sakit nyeri dibawah perut, “napas terlalu cepat dan tidak teratur”, ujar Budiono menyebutkan.

Warga negara Filipina bernama  Elberth Sedicol yang dievakuasi merupakan awak kapal SC Memphis, kapal membawa peti kemas berbendera Liberia, kapal tersebut berlayar dari Jeddah, Arab Saudi menuju Qingdao, China, kata Budiono.

Budiono mengatakan perjalanan evakuasi menuju kapal berbendera Liberia tersebut smembutuhkan waktu Sekitar dua setengah jam , sementara proses pemindahan korban ke kapal SAR sekitar 55 menit.

“Setelah korban berhasil dievakuasi ke kapal SAR, kemudian dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh untuk selanjutnya  korban diantar ke RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan Ambulance untuk penganangan medis”, papar Budiono.

Budiono menjelaskan,  operasi evakuasi  penanganan medis tersebut  melibatkan instansi pemerintah lainnya seperti imigrasi, bea cukai, kepolisian, kantor kesehatan pelabuhan, serta potensi SAR lainnya.

“Dengan telah dievakuasinya warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR dihentikan, semua personel yang terlibat dalam evakuasi tersebut dikembalikan ke instansi atau satuan kerja masing-masing,” pungkas Budiono.