Santri Ummul Ayman Ini Lulus ke Al Ahgaff University Yaman, tapi Kesulitan Biaya Berangkat

Santri Ummul Ayman
Mukarramah Zilfi (20), santriwati alumnus Dayah Ummul Ayman Samalanga dinyatakan lulus seleksi kuliah di Al Ahgaff University, Yaman. (ANTARA/HO)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Mukarramah Zilfi (20), santriwati alumnus Dayah Ummul Ayman Samalanga dinyatakan lulus seleksi kuliah di Al Ahgaff University, Yaman.

Kelulusannya itu berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan Kantor Al Ahgaff University Cabang Indonesia yang ditandatangani Habib Hasan Husen Al Jufri pada 2 Maret lalu.

Zilfi mengatakan ketertarikannya untuk kuliah ke Al Ahgaff University karena Yaman dikenal dengan tanah seribu wali. Banyak kisah yang menceritakan kemuliaan perempuan disana yang begitu istiqamah menjaga agamanya.

Hal itu yang mendorong Zilfi mengikuti seleksi masuk melalui Al Ahgaff University Cabang Indonesia. Hasil tes menyatakan Zilfi lulus dengan memperoleh beasiswa setengahnya.

Saat belajar di Dayah Darul Aman, Teungkop, Aceh Besar, Zilfi memang sudah tekad untuk dapat melanjutkan pendidikan ke Al Ahgaff University, Yaman.

Menurut Zilfi, alangkah baiknya seorang wanita itu memperdalamkan pendidikan sedalam-dalamnya mengingat wanita merupakan guru pertama bagi anak-anaknya.

“Oleh karena itu saya mempunyai cita-cita untuk mencetak kader-kader masa depan dengan penuh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain juga,” kata Zilfi.

Dan pilihan saya ke Al Ahgaff karna masih dalam katagori kota Yaman, yang dikenal dengan tanah seribu wali, dan kemuliaannya wanita-wanita ada disana, katanya lagi.

Perempuan kelahiran 24 Agustus 2001 itu merupakan putri dari pasangan Maizil Azwar dan Nuzul Fitri, yang beralamat di Gampong Reudep Pante Raja Pidie Jaya. Mereka hidup dalam kondisi keluarga kurang mampu dari segi ekonomi sehingga kesulitan memenuhi biaya persiapan untuk berangkat ke Yaman.

Santri Ummul Ayman
Mukarramah Zilfi (20), santriwati alumnus Dayah Ummul Ayman Samalanga dinyatakan lulus seleksi kuliah di Al Ahgaff University, Yaman. (ANTARA/HO)

Hal itu juga dipersulit karena orangtuanya kehilangan pekerjaan selama COVID-19 mewabah di Indonesia.

Zilfi mengatakan dana yang dibutuhkan hanya untuk biaya keberangkatan dan beberapa administrasi lainnya. Sementara untuk biaya pendidikan di Al Ahgaff University, Zilfi mendapat beasiswa.

Ia juga menjelaskan jumlah biaya yang dibutuhkan meliputi sebesar US$ 4.000 atau setara dengan Rp58,9 juta. Semua kebutuhan itu terdiri untuk biaya keberangkatan, visa, biaya terjemahan berkas seperti ijazah dan legalisir Kemenkeh, Kemennlu dan Dubes Yaman.

Selanjutnya, kata dia, untuk kebutuhan pajak izin tinggal dan kesehatan untuk satu tahun pertama. Kemudian biaya konsumsi selama pendidikan, infaq untuk universitas dan biaya tiket pulang ke Indonesia.

Zilfi sangat berterimakasih kepada siapapun dermawan yang bersedia membantu meringankan kebutuhan biaya pendidikannya, mengingat ekonomi keluarganya mengalami kesulitan selama masa pandemi COVID-19.

Bagi yang bersedia membantu meringankan kebutuhan Zilfi dapat mengirim ke BRI Syariah Nomor Rekening 1055612672 dan mengirim pemberitahuan ke nomor HP/WA 0853 3706 0935. (*)