oleh

Sandiaga Uno: Ucapan Selamat Seperti Budaya Barat

-Nasional-57 views

ACEHSATU.COM – Prabowo Subianto dan Sandiaga Unobelum mengucapkan selamat kepada pemenang Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meski menyatakan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan hasil pilpres yang dilayangkan mereka. Sandiaga menilai ucapan selamat seperti budaya barat.

Foto: Sandiaga Uno (Isal Mawardi/detikcom)

“Kami sudah menghormati putusan MK kemarin dan ini sudah tingkatan yang paling tinggi bahwa kita menghormati prosesnya dan selamat-selamat itu kan kayak budaya Barat ya. Di dalam kontestasi kita, setiap kali ketemu kita cipika-cipiki, selama debat kemarin kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik, jadi nggak ada masalah,” kata Sandiaga Uno di JCC, Minggu (30/6/2019).

Jikapun memberi Jokowi selamat, Sandiaga tak tahu jenis selamat apa yang mesti diucapkannya. Dia memandang pengucapan selamat jauh dari budaya keindonesiaan.

“Kalau kita mau selamat, selamat apa? Selamat kerja, selamat menempuh hidup baru. Ini budaya-budaya yang bukan keindonesiaan menurut saya,” sebut Sandiaga.

Menghormati keputusan MK bagi Sandi jauh lebih tinggi maknanya ketimbang sekadar ucapan selamat. Eks Wagub DKI Jakarta itu menyebut bangsa ini punya masalah lebih strategis yakni mengembangkan ekonomi.

“Kita sudah menghormati dan memberikan kesempatan itu sudah jauh lebih tinggi makamnya,” sebut Sandiaga.

Jauh sebelum pernyataan Sandiaga soal ucapan selamat seperti budaya barat, kubu 02 menyatakan bahwa menghormati keputusan MK sama saja dengan memberi selamat kepada pemenang pilpres.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani awalnya menjelaskan maksud Prabowo Subianto memilih diksi ‘menghormati’ putusan MK dalam pidatonya usai sidang putusan sengketa Pilpres 2019. ‘Menghormati’ dinilai punya makna lebih tinggi daripada menerima dan itu otomatis berarti ucapan selamat kepada Jokowi sebagai presiden terpilih.

“Kami sengaja memilih kalimat atau kata ‘menghormati’ karena kami merasa bahwa kata ‘menghormati’ itu lebih tinggi daripada menerima. Makom-nya itu lebih tinggi sehingga itu adalah penghormatan kami untuk sebuah keputusan hukum,” ujar Muzani di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).

Lebih jauh Ahmad Muzani meminta semua pihak tidak menyoal mengapa Prabowo memilih memakai kata ‘menghormati putusan MK’ ketimbang ‘menerima putusan MK’. Menurutnya, ‘menghormati’ lebih halus dan memiliki makna yang lebih tinggi daripada sekadar ‘menerima’.

“Kami merasa dengan pak Prabowo ‘menghormati’ keputusan Mahkamah Konstitusi maka apa yang diharapkan yakni ucapan selamat (kepada Jokowi) itu sudah sesuatu yang automatically, mestinya dipahaminya seperti itu. Karena, apalagi kita sudah merasa bahwa apa yang diputuskan oleh MK sesuatu yang final dan mengikat,” sebut dia.(*)

Komentar

Indeks Berita