Sampaikan Pledoi, Abu Rara dan Istri Bantah Tuduhan Terorisme, Ungkap Alasan Tusuk Wiranto

Sampaikan Pledoi, Abu Rara dan Istri Bantah Tuduhan Terorisme, Ini Alasan Mereka Tusuk Wiranto

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Penyerang eks Menko Polhukam Wiranto, Syahrial Alamsyah alias Abu Rara, menyatakan membantah tuduhan pemufakatan jahat dirinya dengan Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow alias Abu Basilan.

Abu Rara menilai dakwaan jaksa atas dirinya tidaklah terbukti.

“Tentang tuduhan perencanaan dengan saudara Samsudin itu tidak ada, Pak. Pemufakatan jahat bersama juga tidak, tidak terbukti juga,” kata Abu Rara saat menyampaikan pembelaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) seperti dikutip detikcom, Kamis (18/6/2020).

Dalam sidang, Abu Rara tidak hadir di ruang sidang. Terdakwa menghadiri sidang melalui telekonferensi online.

Selain Abu Rara, sang istri Fitria Diana alias Fitria Andriana melalui kuasa hukumnya juga meminta kepada mejelis hakim meringankan hukumannya. Fitri mengaku tidak melakukan tindak pidana terorisme seperti yang didakwa jaksa.

“Kami penasihat hukum, memohon kepada majelis hakim memutuskan terdakwa Fitria Andriana tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana teroris, dan menyatakan terdakwa hanya bersalah melanggar Pasal 351 KUHP,” kata pengacara Fitri dan Abu Rara, Kamsi, di ruang sidang.

Terdakwa Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow juga turut menyampaikan pleidoi lisan dalam sidang ini. Samsudin mengaku tidak melakukan hal apapun seperti didakwakan jaksa, yakni melakukan teror ke toko emas.

“Sebenarnya saya tidak pernah melakukan apapun tindakan hal apapun yang mulia,” kata Samsudin.

“Saya minta untuk yang mulia yang mutusin perkara Pak Samsudin. Hukumannya diringankan, dan minta keadilan yang seadil-adilnya,” sambung pengacara Samsudin, Kamsi.

Pengacara ketiga terdakwa, Kamsi, mengatakan Abu Rara tidak pernah melakukan tindakan terorisme dan pemufakatan jahat. Dia menyebut Abu Rara dan Fitria hanya melakukan penganiayaan kriminal umum, bukan tindakan teror.

“Pada intinya terdakwa Syahrial tidak pernah melakukan permufakatan jahat dengan temannya (Samsudin), tapi mandiri. Jadi tidak masuk jaringan teroris tapi masuk dalam Pasal 351 tentang penganiayaan,” kata Kamsi usai persidangan.

Menurutnya, alasan Abu Rara menusuk Wiranto karena dendam terhadap pemerintahan. Dia dendam rumahnya pernah digusur dan dibangun jalan.

“Jadi tidak ada unsur kesengajaan, tapi kebetulan ada pejabat di situ karena dendam akhirnya Syahrial langsung menusuk Pak Wiranto. Syahrial itu rumahnya pernah di kena jalan,” katanya.

Kamsi menyebut Samsudin juga tidak ada hubungannya di perkara ini. Menurut Kamsi, Samsudin tidak mengetahui rencana Abu Rara dan istri menusuk Wiranto.

“Samsudin hanya teman carikan kosan di Menes, Jawa Barat, setelah itu Samsudin kerja di Manado. Ya karena sebulan kerja di Manado (tidak tahu rencana penusukan), tahu itu setelah sebulan kemudian ada kejadian, Samsudin itu lihat di media Syahrial tusuk Wiranto,” jelasnya.

Diketahui, jaksa menuntut Abu Rara dkk dengan tuntutan bersalah karena melakukan tindak pidana teror. Jaksa menuntut Abu Rara dengan hukuman 16 tahun penjara, kemudian Fitri dituntut 12 tahun penjara, dan terdakwa Samsudin alias Jack Sparrow dituntut 7 tahun penjara.

Dalam kasus ini, Abu Rara bersama Fitri Diana didakwa melakukan teror dengan pemufakatan jahat dan merencanakan sejumlah teror. Perbuatan Abu Rara dinilai menimbulkan suasana teror dan rasa takut di masyarakat.

Abu Rara mulai melakukan teror dengan menusuk Wiranto yang kala itu menjabat sebagai Menko Polhukam. Penusukan dilakukan saat Wiranto tiba di Alun-alun Menes, Pandeglang, Jawa Barat.

Abu Rara, kata jaksa, mengatur rencana untuk menusuk Wiranto dan anggota TNI-Polri bersama sang istri, Fitria Diana, dan anaknya yang ditugaskan menyimpan sebilah pisau dan melakukan penusukan ke aparat keamanan yang berjaga.

Tak hanya itu, Abu Rara juga, kata jaksa, melakukan teror di toko emas bersama Samsudin alias Ending alias Jack Sparrow. Aksi itu terjadi pada tahun 2017.

Baik Abu Rara ataupun Jack Sparrow keduanya juga melakukan baiat mandiri pada tahun 2019. Keduanya berjanji setia kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. (*)