Sambut Hari Damai dengan Tour Moge, Alfarlaky Berang, Sebut BRA Lukai Perasaan Korban Konflik

Sambut Hari Damai dengan Tour Moge, Alfarlaky Berang, Sebut BRA Lukai Korban Konflik
Anggota Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh, Iskandar Usman Alfarlaky. | Foto for ACEHSATU.COM

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Badan Reintegrasi Aceh (BRA) menggelar kegiatan Tour Motor Gede atau ‘Tour Moge’ ke seluruh kabupaten/kota di sepanjang pantai Timur Aceh mulai hari ini, Rabu, 12 Agustus hingga 14 Agustus 2020.

Pelaksanaan kegiatan ini disebut dalam rangka menyambut hari perdamaian Aceh ke-15, yang jatuh pada 15 Agustus 2020 mendatang.

Menyikapi hal itu, Anggota Fraksi Partai Aceh (PA) di DPR Aceh, Iskandar Usman Alfarlaky menyatakan keprihatinannya terhadap semangat dan sikap pengurus BRA yang menggelar Tour Moge.

Dia juga mengaku berang, karena Tour Moge BRA, menurutnya lebih merupakan kegiatan tanpa faedah.

Bagi Iskandar, kegiatan tersebut juga akan menjadi ajang bermewah-mewah yang justru melukai nilai-nilai perdamaian Aceh itu sendiri.

“Ini sangat menyayat hati para mantan kombatan. Kegiatan ini juga melukai hati masyarakat Aceh yang menjadi korban konflik, yang hingga hari ini belum memperoleh keadilan,” ujar Iskandar Usman Alfarlaky di Banda Aceh, Rabu (12/82020).

Protes Keras

Mantan aktivis mahasiswa ini juga menyatakan protes keras terhadap kegiatan Tour Moge BRA karena menghamburkan anggaran rakyat.

Menurut Iskandar, hari damai Aceh semestinya diperingati dengan kegiatan-kegiatan produktif dan dilakukan secara arif, tanpa melukai perasaan korban konflik.

Salah satunya, dengan melakukan evaluasi internal terhadap kinerja BRA atau kinerja Pemerintah Aceh pascadamai berlangsung.

“Evaluasi segala persoalan yang muncul pasca damai. Tuntutan dan kewenangan Aceh yang belum dipenuhi,” kata Alfarlaky.

“(Sementara) Tour Moge (hanya) melukai hati korban konflik Aceh,” imbuhnya, dengan nada tinggi.

Harus Berkaca Diri

Alfarlaky menambahkan, BRA sepatutnya mengaca diri terhadap pelaksanaan fungsi dan tugas pokoknya.

Apalagi saat ini banyak dari para korban konflik Aceh yang belum dipenuhi hak-haknya.

“Banyak kombatan yang hidup di bawah kemiskinan. Ini sebetulnya yang perlu dilakukan sehingga kedepan ada upaya untuk berbuat lebih baik,” ucap politisi muda Partai Aceh ini lagi.

“BRA itu terbentuk berdasarkan histori yang berbeda dengan lembaga lainnya. Atas dasar itu, program pun harusnya mencerminkan nilai-nilai tadi.”

“Kita berharap Tour Moge dibatalkan,” kata Iskandar Usman menandaskan. (*)