Sama-sama Jaksa, Penganiaya Anjing Milik Adik Ipar Dituntut Penjara 4 Bulan, Pengeroyok Wartawan di Aceh 5 Bulan


ACEHSATU.COM | BANDA ACEH
– Sama-sama Jaksa, Penganiaya Anjing Milik Adik Ipar Dituntut Penjara 4 Bulan, Pengeroyok Wartawan di Aceh 5 Bulan.

Memahami keadilan memang sulit. Hal ini seperti terjadi pada dua peristiwa hukum yang sama-sama dilatarbelakangi aksi kekerasan.

Aris Tangkalebi Panding, seorang pria di Jakarta harus berurusan dengan hukum akibat perbuatannya menganiaya 6 ekor anjing milik adik iparnya sendiri.

Dalam sidang yang digelar PN Jakarta Pusat, Aris dituntut jaksa hukuman penjara selama empat bulan.

Sementara di Aceh, empat terdakwa penganiayaan seorang wartawan Kantor Berita Antara yang disidang di Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh, Selasa dua hari lalu juga menghadapi tuntutan jaksa. Keempat terdakwa, yakni Umar Dani, Darmansyah alias Mancah, T Herizal, dan Akrim dituntut hukuman lima bulan penjara.

BACA JUGA: JPU Kejari Meulaboh Tuntut 4 Terdakwa Pengeroyok Wartawan Lima Bulan Penjara dan Denda Rp2 Ribu

Diberitakan sebelumnya, kasus pengeroyokan terhadap seorang jurnalis di Aceh Barat yang disidangkan Pengadilan Negeri Meulaboh memasuki tahap pembacaann tuntutan. Empat orang terdakwa, oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Meulaboh pada Selasa (2/6/2020), dituntut masing-masing lima bulan penjara dan membayar denda sebesar Rp2 ribu.

Hal sama juga dialami pelaku penganiayan anjing di Jakarta, Aris Tangkalebi Panding. Kamis (4/6/2020), dia menghadapi sidang pembacaan tuntutan atas perbuatannya itu.

Melansir detikcom, Aris Tangkalebi Panding terdakwa kasus penyiraman 6 anjing dengan soda api telah menjalani sidang tuntutan di PN Jakarta Pusat. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman 4 bulan penjara atas perbuatannya menganiaya hewan hingga mengakibatkan luka dan cacat pada hewan.

“Tuntutannya 4 bulan penjara dan denda Rp 2 juta subsidair apabila tidak dibayar diganti kurungan 1 bulan penjara,” kata JPU Andri Saputra saat dihubungi, Kamis (4/6/2020).

Aris dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 91 B ayat 1 juncto Pasal 66 A ayat 1 UU RI Nomor 41 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Adapun hal yang memberatkan adalah terdakwa dinilai merugikan orang lain.

BACA JUGA: Mantan Anggota DPRK Subulussalam Diduga Aniaya Wartawan, Kasusnya Sudah Dilapor ke Polisi

“Hal yang memberatkan perbuatannya merugikan orang lain dan penyiksaan terhadap hewan. Hal yang meringankan sudah ada perdamaian dengan yang punya anjing, adik iparnya,” ujar Andri.

Jaksa menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan penganiayaan hewan hingga mengakibatkan luka dan cacat pada hewan. Jaksa menyebut terdakwa menyiram 6 anjing sehingga mengakibatkan 5 anak anjingnya meninggal.

Sedangkan untuk kasus pengeroyokan yang menimpa wartawan Kantor Berita Antara Biro Aceh, Teuku Dedi Iskandar, terjadi di Elnino Kupi Meulaboh, Aceh Barat pada Senin 10 Januari 2020 pukul 12.15 WIB.

Keempat pelaku kemudian dilaporkan ke polisi hingga akhirnya menjalani sidang pembacaan tuntutan jaksa.

Dilansir dari Antara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Aceh Barat menuntut pidana lima bulan penjara masing-masing kepada empat terdakwa pengeroyok Teuku Dedi Iskandar, wartawan  Kantor Berita Antara Biro Aceh.

BACA JUGA: Dilaporkan karena Pukul Wartawan di Subulussalam, Siapa Sebenarnya Oknum Politisi Berinisial BH?

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Yusni Febriansyah dan Baron Siddiq pada persidangan Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, Selasa. Keempat terdakwa, yakni Umar Dani, Darmansyah alias Mancah, T Herizal, dan Akrim.

Sidang berlangsung secara daring tersebut dengan majelis hakim diketuai Zulfadly P didampingi Muhammad Tahir dan Irwanto, masing-masing sebagai anggota.

“Menyatakan terdakwa satu Umar Dani, terdakwa dua Darmansyah, terdakwa tiga T Herizal, dan terdakwa empat Akrim terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan terhadap korban Teuku Dedi Iskandar,” JPU Yusni Febriansyah.

JPU Yusni Febriansyah menyatakan tuntutan selama lima bulan kurungan dikurangi masa penahanan. Para terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 170 jo Pasal 55 KUHP.

Selain menuntut pidana penjara, JPU juga menuntut para terdakwa membayar perkara Rp2.000. Serta mengembalikan telepon genggam berisi rekaman video kepada saksi Rahmat Sardani. (*)