Saling Serang Antar Negara-Negara di Dunia Tak Terelakkan [Sebuah Kemungkinan]

Oleh: Dr. Zainuddin, SE, M. Si.

ACEHSATU.COM – Terdapat hubungan kausalitas antara kekuatan ekonomi dengan kekuatan militer sebuah negara. Amerika Serikat yang merupakan kekuatan ekonomi dunia juga ditopang oleh kekuatan militer terkuat dunia.

Negara tirai bambu Tiongkok juga sebagai kekuatan baru dalam bidang ekonomi termasuk memiliki kekuatan militer terkuat di benua Asia semisal Prancis, Jerman dan Italia bila di Uni Eropa.

Negara-negara tersebut juga disamping kuat secara ekonomi kuat juga militernya dan tergolong kuat di dunia. Begitu pula Inggris Raya dengan persemakmurannya juga memiliki kekuatan militer yang ditakuti di dunia. Sangat jarang negara yang kuat ekonominya tidak disertai oleh kekuatan militer baik secara jumlah personil maupun peralatan.

Ada juga negara lain yang memiliki kekuatan dalam hal tekonologi yang dimilikinya, seperti Negara Jepang yang memiliki tekonogi militer yang canggih. Beberapa negara yang kuat ekonominya tetapi tidak memiliki kekuatan militer akan sangat riskan sebernarnya bila situasi dunia terus-terusan dihimpit kecemasan akibat wabah Covid-19 yang berkepanjangan.

Sudah harus menjadi asumsi yang diantisipasi bakal ada saling serang diantara negara-negara besar secara ekonomi dan militer apabila keadaan pandemi covid-19 secara nyata-nyat tidak ada tanda-tanda akan menghilang dalam jangka waktu lama.

Kenapa kita harus mengasumsi bakal saling diantara Negara-negara yang ada dunia ini, yaitu semua karena alasan untuk menguasi sumber daya ekonomi guna merecaveri ekonominya dan untuk menjaga pengaruhnya dalam percaturan perpolitikan dunia.

Akibatnya, Negara-negara sangat ketergantungan pada Negara besar terutama teknologi dan lain sebagainya akan menjadi pion-pion yang terlebih dahulu diifvasi atau dicengkram demi mempebaharui kekuatan mereka.

Bila asumsi yang sedikit lebih radikal benar-benar terjadi, maka dunia terbagi kedalam tiga kekuatan besar, yaitu kutup Amerika Serikat yang akan serta merta memulai menyerang Negara-negara yang dalam pendangan mereka sering menjadi pembantah dan penghalang mereka seperti Negara-negara yang nyata-nyata bermusuhan dengan Israel dan Negara pendukung Palestina.

Dengan demikian, akan terjadi perang terbuka antara kutup Amerika Serikat dengan kelompok Negara-negara anti Israel dan pendukung Palestina, dalam hal ini kan terpolarisasi perang antara Islam dan kafir, dan bila ini terjadi kekalahan telak akan diderita kaum kafir karena tingkat kefanatikan yang dimiliki Islam jauh lebih kuat dibandingkan dengan kaum kafir dan dipihak muslim akan dipimpin oleh Turki dan Indonesia.

Lebih menarik sebenarnya ketika Turki dan Indonesia bersatu memimipin Negara-negara yang berpenduduk muslim besar untuk bersiap-siap mengatur strategi ketika sewaktu-waktu diinfasi oleh kelompok kafir, dengan catatan kelompok Islam tidak memulai melakukan serangan.

Bila benar USA dan kawan memulai konfrontasi dengan Negara-negara anti Israel, maka akan muncul kutup ketiga yang diambi alih Tiongkok yang mendukung salah satu dari dua kutup karena bila perhitungannya benar dengan strategi seperti ini bisa jadi Tiongkok dengan kekuatan militer terbesar sebenarnya akan lebih menguntungkan jika mendukung Negara-negara muslim yang dipimpin oleh Turki dan Indonesia.

Sedangkan, Rusia akan sibuk mencaplok uni eropa dan mereka juga sebenarnya akan mendukung Tiongkok dan akhirnya bila USA dan kawan-kawan masih juga terikat dengan Israel akan kalah karena Turki, Indonesia, Tiongkok dan Rusia termasuk seluruh Negara di benua Asia dan sebagian Afrika bahkan Amerika Latin akan memusuhi Amerika Serikat.

Kenapa Indonesia bisa salah satu yang memimpin negara-negara muslim dalam percaturan peperangan bila terjadi akibat covid-19 karena nyata-nyata militer Indonesia sudah tercatat ke dalam kelompok negara dengan militernya terkuat di dunia.

Sekali lagi bila asumsi yang sangat tidak diharpakan terjadi, maka banyak negara-negara kecil akan punah semisal singapura dan Brunai Darussalam di Asean, serta banyak negara kecil lainya.

Pada akhirnya duniapun akan menjadi keseimbangan baru dengan empat blok setelah larut dalam saling serang mereka akan bersepakat membuat perdamain dengan membagi control kepada masing-masing mereka, yaitu blok Amerika Serikat, balk Tiongkok, blok Rusia, serta Turki dan Indonesia.

Semoga saja  asumsi seperti diatas tidak pernah terjadi dan dunia tetap seperti sekarang aman, damai dan bersahabat. Insya Allah. (*)

(Penulis Adalah Pengamat EKonomi dan Sosial Politik, Dosen USM Aceh)