Sakit Dirumah Anak, Rumah Nek Habsah Ludes Terbakar di Lipah Rayeuk

Satu unit rumah kontruksi kayu beratapkan daun rumbia milik warga di Dusun Timu, Gampong Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, ludes terbakar pada Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Satu unit rumah kontruksi kayu beratapkan daun rumbia milik warga di Dusun Timu, Gampong Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, ludes terbakar pada Selasa (20/10/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tidak ada korban dalam peristiwa terjadi siang hari tersebut, namun menimbulkan kerugian materil bagi korban disebabkan kondisi rumah dan isinya habis terbakar rata dengan tanah.

Tiga mobil pemadam didatangkan kelokasi kebakaran untuk memadamkan api.

Petugas pemadam menyiram sisa bara api kebakaran rumah warga di Dusun Timu, Gampong Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Selasa (20/10/2020) siang. (Foto. Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Keuchik Lipah Rayeuk Hasan Basri (46) didampingi Kepala Pelaksana BPBD Bireuen Teguh Mandiri Putra SSTP turut datang ke TKP saat dikonfirmasi ACEHSATU.COM mengatakan, rumah yang terbakar milik Habsah Raja (70) korban tinggal sendiri dirumah berada dekat rumah anak-anaknya itu.

Keuchik belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran, cepatnya rambatan api dan kondisi rumah korban berdinding kayu dan tepas bambu juga beratap daun rumbia itu, tidak dapat diselamatkan lagi, ujarnya.

Beberapa warga di TKP juga mengatakan demikian, mengetahui rumah Nek Habsah terbakar warga berupaya menyiram air pakai ember memadamkan api, dan warga juga meminta bantuan pemadam. Namun hitungan menit rumah habis terbakar.

Sementara itu anaknya korban bernama Asnidar (30) ditanyai ACEHSATU.COM di Tkp menjelaskan, sebelum kejadian itu, mamaknya Habsah ditemani Asnidar sekitar pukul 12:00 WIB baru siap masak, pakai dapur kayu dan api sudah dipadam.

Kemudian korban Habsah kondisi sakit sudah dua hari belakangan ini pulang ke rumah Asnidar beberapa meter ke barat Tkp.

“Tiba-tiba anak saya Miska Ulfa (5) bilang, mak-mak rumah mami terbakar,” ungkap Asnidar meniru ucapan anaknya.

Kemudian Asnidar keluar melihat rumah orang tuanya itu terbakar dan api muncul dari arah belakang atau bagian dapur, lalu minta pertolongan warga sekitar. Akibat kejadian itu isi rumah termasuk delapan karung padi tidak dapat diselamatkan, jelas Asnidar dan abangnya Saiful Bahri (45) dilokasi.

Pantauan ACEHSATU.COM di lapangan, tiga unit mobil pemadam kebakaran Pos Kota Bireuen, dikerah ke Tkp, ikut datang Kalaksa BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra SSTP. Tiba di Tkp rumah sudah habis terbakar, petugas turut membantu padamkan sisa bara api. (*)