oleh

Saiful Bruk, Melanjutkan Garis Perjuangan GAM

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Saat menjadi kombatan GAM, Saiful dipanggil dengan kode Sibruk.

Saat darurat militer tahun 2003 Saiful merupakan pria yang paling dicari aparat TNI.

Selain pandai di medan tempur, Sibruk juga dikenal mempunyai keberanian yang berbeda dengan anggota GAM lainnya.

Pria kelahiran 1968 Gampong Kuta Barat Kecamatan Makmur mempunyai jabatan strategis dalam struktur organisasi GAM.

Saat itu ia menjabat sebagai Panglima Sagoe Kuta Sabi meliputi wilayah kedaulatan Makmur dan Gandapura.

Sibruk mencerita secara mendalam perjuangannya saat masih sama-sama berjuang dalam GAM, Kepada ACEHSATU.com Jumat (18/1/2019) Saiful menceritakan sejarah ketertarikan bergabung dengan GAM.

BACA: Jailani Hasyem, Jadi Mukim GAM Secara Sembunyi-sembunyi

“Pada tahun 1990 saya sudah mencari tau tentang GAM. Satu tahun kemudian 1991 saya resmi bergabung  dengan GAM. Karena berani setelah latihan saya dipercaya memikul senjata,”cerita Saiful mengenang era 90an.

Bagi Saiful perjuangan mengangkat senjata sudahlah cukup. Menurut Sibruek perjuangan sesungguhnya ialah perjuangan politik.

Saiful Bruk saat wawancara dengan ACEHSATU.com.

Pemilu 2014 yang lalu Saiful pernah gagal mendapatkan kursi DPRK Bireuen Dapil III meliputi pemilihan Kecamatan Gandapura, Makmur dan Kutablang.

BACA: Irwandi Kenang Masa Perjuangan GAM Bersama Ruslan di Malaysia

Namun pemilu April 2019 ini Saiful kembali meramaikan perebutan kursi Dapil III, pencalonan Saiful bukan untuk meraih kekuasaan melainkan untuk melanjutkan cita-cita perjuangan.

Saiful kini menjadi Caleg PNA Dapil III.

“Cita-cita perjuangan ialah mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Aceh. Kesejahteraan masyarakat itu bisa diraih lewat perjuangan politik,” kata Caleg PNA Dapil III.

Saiful maju dengan semangat membantu kecamatan Makmur, Kutablang dan Gandapura berharap agar pemilihan kali ini ia mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. (*/Adv)

Komentar

Indeks Berita