Saat Tinjau Bendungan Ini, Penyidik KPK Dapat Teror Mistis, Begini Ceritanya

ACEHSATU.COM – Penyidik KPK kerap mengalami sejumlah ancaman hingga teror ketika menjalankan tugas pemberantasan korupsi. Bahkan, teror dan ancaman yang diterima para penyidik KPK tidak hanya secara fisik, tapi juga berbau mistis.

Cerita penyidik KPK yang mendapat teror mistis itu diungkap pada Laporan Tahunan KPK tahun 2019 yang diterima detikcom. Peristiwa itu berawal ketika Unit Koordinasi Wilayah atau Korwil melakukan pemantauan di Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada 2017.

“Dalam perjalanannya, tim Korwil tak bisa menghindari teror, intimidasi, dan ancaman yang pernah mereka temui. Ancaman fisik dari kelompok preman, bahkan hingga ancaman berbau mistis, juga ditemui,” dikutip dari Laporan Tahunan KPK tahun 2019.

Kejadian tak mengenakkan itu dialami personel Korwil II KPK, Dian Patria. Ia tiba-tiba sering mengalami sesak napas setelah melakukan pemantauan di Bendungan Jatiluhur tersebut.

Meski begitu, Dian tetap melanjutkan tugas dengan mengunjungi sejumlah daerah. Salah satunya berkunjung ke Kalimantan Timur untuk melakukan peninjauan ke sejumlah area tambang yang memiliki IUP non Clear and Clean dan habis masa berlakunya.

Dian juga sempat memeriksakan diri ke dokter karena sesak napasnya itu tak kunjung sembuh. Dokter kemudian menyatakan ada cairan di dalam jantung dan paru-parunya. Ia pun harus dirawat di ruang ICU selama dua pekan dan bertahan dengan bantuan ventilator.

Namun, sejumlah dokter yang menanganinya tidak ada yang dapat menjelaskan penyakit yang sebenarnya menjangkiti tubuh Dian. Namun, Dian tak mau mengira-ngira kalau penyakit hasil santet atau guna-guna.

“Saya nggak tahu Mas Dian ini sakit apa,” ujar salah satu dokter.

KPK menegaskan apapun ancaman dan teror yang dialami baik pimpinan atau penyidik KPK tak akan menyurutkan langkah pemberantasan korupsi. KPK tetap akan berupaya mewujudkan Indonesia yang sejahtera tanpa korupsi. (*)