Pidie

Saat Saweu Gampong, Masyarakat Pidie Mohon Bangun Waduk kepada Abu Syik, Rafly Dapat Peci Merah

Saweu Gampong merupakan upaya melihat dan mendengar langsung persoalan yang ada di masyarakat.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | PIDIE – Anggota komite III DPD RI, Rafli Kande bersama Bupati Pidie, Roni Ahmad turun langsung ke masyarakat dalam agenda “Saweu Gampong” Sabtu (11/11/2017) di Meunasah Gampong Paya Linteung, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Saweu Gampong merupakan upaya melihat dan mendengar langsung persoalan yang ada di masyarakat.

Bupati Pidie yang akrab disapa Abu Syik memberikan peci merah kepada Rafli sebagai spontanitas beliau atas kehadiran anggota DPD RI berasal seniman tersebut.

Peci merah itu tentunya bukan sebatas cenderamata biasa, namun hal itu merupakan salah satu yang sangat identik dengan Abu Syik.

Mewakili masyarakat, Pj Camat Pidie, Miswar meminta Abu Syik untuk menyelesaikan masalah pengairan lahan masyarakat dengan membangun waduk.

Mayoritas masyarakat Pidie berprofesi sebagai petani. Karena itu sangat membutuhkan waduk. “Nyoe kaleuh lon peugah watee sigohlom jeut keu bupati, maka lon harus penuhi,” tutur Abu Syik.

“Waduk nyan nomor dua, karena waduk nyan kon sumber air, tapi untuk menampung dan menyalurkan air nyan yang leubeh penting kiban cara na sumber air,” kata Abu Syik.

Masyarakat disarankan melakukan penghijauan, dengan menanam pohon sebanyak mungkin. Sebab katanya jika tidak ada sumber air, maka waduk yang dibangun menjadi  tidak berguna.

Ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga budaya Aceh yang merupakan warisan para pendahulu. Sehingga tidak terlalu tergantung dengan teknologi.

“Jeut neu pake ata gob, tapi bek neukeubah ata endatu. Woe bak asai mula,” tegas Abu Syik.

Saran tersebut senada dengan syair lagu “gisa bak punca” yang dinyanyikan Rafli saat kegiatan Saweu Gampong dan disambut tepuk tangan masyarakat.

Rafli juga berharap agar Pemkab pidie bisa senantiasa bersinergi untuk mendikusikan persoalan masyarakat sesuai dengan tupoksi yang dimilikinya.

“Walaupun peran DPD RI sangat terbatas tetapi saya akan terus melakukan semaksimal mungkin yang bisa saya lakukan untuk Aceh sesuai dengan bidang saya di komite III DPD RI,” jelas Rafli sambil menguraikan tugas dan fungsi DPD RI yang disebutnya “fungsi tidak sesuai legitimasi”.

Menurut amatan ACEHSATU.COM di lokasi, kegiatan tersebut turut dihadiri asisten II Sekdakab Pidie, sejumlah SKPK, Camat Pidie, Imum Mukim, Keuchik-kechik, perangkat gampong dan ratusan masyarakat setempat. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top