Saat Oknum Guru dan Komisioner KIP Abdya Ditangkap Main Judi

Anggota KIP Abdya
Petugas memperlihatkan barang bukti dan tersangka perjudian yang ditangkap di Kecamatan kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jumat (ANTARA/Suprian)

ACEHSATU.COM Seorang oknum guru dan anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Abdya jadi sorotan publik.

Sosok yang jadi publik figur itu menuai kekecewaan publik karena tertangkap sedang bermain judi.

Kejadian yang terjadi pada Kamis (9/9/2021) lalu sempat menghebohkan masyarakat Aceh.

Karena seharusnya dua profil tersebut jadi suri tauladan bagi masyarakat.

Sebelumnya, Tim Reserse Kriminal Polres Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menangkap tujuh tersangka perjudian dan satu  diantaranya oknum Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) daerah setempat.

Kapolres Abdya AKBP Mohammad Nasution melalui Kanit Tipiter Reskrim, Aipda Fajaruddin di Blangpidie, Jumat mengatakan, oknum komisioner KIP Abdya yang ditangkap petugas terlibat perjudian itu berinisial SA (49).

Selain SA petugas juga menangkap seorang oknum guru sekolah dan lima warga di kebun kelapa sawit di Desa Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Abdya, pada Kamis (9/9) sekira pukul 17.00 WIB.

Di tempat tersebut, Polisi menyita dua set kartu joker merek kim fish, uang tunai dengan total keseluruhan senilai Rp 7 jutaan, satu lembar terpal plastik warna biru dan satu lembar terpal plastik warna hitam yang digunakan sebagai tikar.

Adapun semua tersangka yang ditangkap polisi baik oknum komisioner KIP maupun oknum guru dan lima masyarakat biasa itu masing-masing tercatat sebagai warga Kecamatan Kuala Batee dan warga Kecamatan Babahrot.

Anggota KIP Abdya
Petugas memperlihatkan barang bukti dan tersangka perjudian yang ditangkap di Kecamatan kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya, Jumat (ANTARA/Suprian)

Fajaruddin mengatakan penangkapan ketujuh tersangka tersebut dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa di kawasan kebun kelapa sawit Desa Alue Pisang sering dijadikan lokasi perjudian (maisir).

“Kami langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan setiba di lokasi petugas menemukan 10 orang tengah main judi dengan kartu Joker Remi. Enam tertangkap, empat melarikan diri,” katanya.

Setelah keenam pelaku bersama barang bukti diamankan ke Mapolres Abdya lalu pada pukul 23.00 WIB seorang pelaku yang sempat kabur atas nama SA (oknum komisioner KIP) datang ke Polres Abdya untuk menyerahkan diri.

Sementara tiga pelaku lagi hingga kini belum menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan sudah ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Semua tersangka akan dijerat dengan pasal 19 qanun Aceh nomor 6 tahun 2004 tentang hukum jinayat dengan ancaman uqubat cambuk paling banyak 30 kali atau penjara paling lama 30 bulan,” katanya. (*)