Rusia Dinilai Sudah Menang 3-0, Ukraina Klaim Bunuh 50 Tentara Rusia

"Ini bukan perang, tapi serangan perbatasan,"
Perang Rusia Ukraina
Rusia Dinilai Sudah Menang 3-0, Ukraina Klaim Bunuh 50 Tentara Rusia. | Foto: AP Photo

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Rusia Dinilai Sudah Menang 3-0, Ukraina Klaim Bunuh 50 Tentara Rusia.

Perang antara Rusia dan Ukraina baru saja dimulai. Pejabat militer Ukraina mengklaim jika pihaknya sejauh ini berhasil membunuh sekitar 50 tentara Rusia.

Namun menurut pakar hubungan internasional, Rusia telah memenangi perang atas Ukraina. Perang ini pun disebut bakal cepat selesai.

“Ini bukan perang, tapi serangan perbatasan,” kata pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, dikutip dari detikcom, Kamis (24/2/2022).

Indikasi bahwa perang (atau serangan) akan cepat berakhir terlihat dari tujuan negaranya Presiden Vladimir Putin itu. Tujuan serangan sudah tercapai.

“Sudah 3-0,” kata Rezasyah.

Tentu saja ini perang yang demi kemanusiaan harus segera diakhiri. Namun sejauh ini Rusia sudah berhasil menguasai tiga wilayah yang semula merupakan teritori Ukraina. Dimulai dari Krimea (Crimea) pada 2014, dilanjut dengan Donetsk dan Luhansk yang pekan ini diakui oleh Vladimir Putin. Rusia sudah dapat tiga wilayah, seolah-olah Rusia sudah menang 3-0 atas Ukraina.

“Perang ini akan selesai. Menurut Rusia, perang ini tidak akan panjang, pendek saja, yang penting tujuan tercapai,” kata Rezasyah.

Dia melihat serangan ini menargetkan serangan peringatan, serangan instalasi perbankan, dan serangan instalasi kesehatan serta fasilitas umum.

Rusia juga punya tujuan mencegah Ukraina masuk NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Rusia ingin Ukraina tetap menghargai kepemimpinan lokal di Donetsk dan Luhansk (Donbass), dua negara yang sudah memerdekakan diri setelah dikuasai separatis pro-Rusia. Sekalian Rusia juga ingin Ukraina, Donetsk, dan Luhansk tetap saling menghargai persaudaraan sebagai sesama negara yang berdaulat.

“Perang ini juga memberi pelajaran bagi negara-negara eks Uni Soviet agar jangan coba-coba mengikuti langkah Ukraina yang ingin gabung ke NATO dan Uni Eropa,” kata Rezasyah.

Klaim Bunuh 50 Tentara Rusia

Foto: Tentara Ukraina terlibat latihan di Donetsk. | Foto: AP/Vadim Ghirda

Ukraina menegaskan tidak akan tinggal diam terkait invasi militer Rusia ke Ukraina. Komando Militer Ukraina mengklaim telah membunuh sekitar 50 tentara Rusia.

Seperti dilansir AFP, Kamis (24/2/2022), pihak Komando Militer Ukraina mengatakan pasukan pemerintah telah membunuh “sekitar 50 penjajah Rusia”.

Mereka memastikan memukul mundur serangan terhadap sebuah kota di garis depan dengan pemberontak yang didukung Moskow.

“Shchastya terkendali. 50 penjajah Rusia tewas,” kata staf umum Angkatan Bersenjata Ukraina di Twitter.

AFP tidak dapat segera mengkonfirmasi jumlah korban tewas tersebut.

Selain itu pihak militer Ukraina juga memastikan telah menghancurkan sejumlah pesawat Rusia di distrik Kramatorsk. Mereka mengklaim telah menghancurkan 6 pesawat.

“Pesawat Rusia lainnya dihancurkan di distrik Kramatorsk. Ini adalah yang keenam,” lanjut staf umum angkatan bersenjata itu.

Korban Mulai Berjatuhan

Untuk diketahui, Ukraina kembali melaporkan jatuhnya korban akibat invasi Rusia ke negaranya. Korban terus bertambah, baik kematian maupun korban luka-luka.

Petugas perbatasan Ukraina melaporkan pasukan darat Rusia telah memasuki wilayah mereka dari berbagai arah, melalui perbatasan Belarusia, wilayah Luhansk, Sumy, Kharkiv, Chernihiv dan Zhytomyr hingga melalui semenanjung Krimea. Militer Rusia diketahui memasuki wilayah Ukraina dengan mengendarai tank dan alat berat lainnya.

“Setidaknya tiga orang tewas dalam invasi di perbatasan,” demikian dilaporkan petugas penjaga perbatasan, dilansir Al Arabiya, Minggu (24/2/2022).

Pejabat pemerintah Ukraina memberikan angka korban lebih tinggi.

“Sedikitnya delapan orang tewas dan sembilan luka-luka akibat serangan Rusia,” kata seorang penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina secara terpisah.

Selama beberapa tahun konflik dengan separatis pro Rusia di Ukraina Timur, belum ada laporan korban jiwa di sepanjang perbatasan Krimea. Kematian terbaru ini jadi yang pertama dalam sejarah konflik di lokasi tersebut.

Kiev, ibu kota Ukraina dan kota pelabuhan Mariupol, tak lama setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi untuk “demiliterisasi” negara itu.

Koresponden AFP di kedua kota itu mendengar ledakan kuat dan di Mariupol, dekat dengan garis depan dan perbatasan Rusia, penduduk melaporkan mendengar artileri di pinggiran timur kota itu.

Ledakan juga terjadi di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, yang terletak 35 kilometer (20 mil) selatan perbatasan Rusia dan di luar zona timur di mana pasukan Ukraina telah memerangi pemberontak yang didukung Moskow sejak 2014. (*)