Berita Lainnya

Hukum

Politik

Tanks Rusia
ILUSTRASI - Olok-olok Rusia soal ‘Jadwal’ Invasi ke Ukraina Versi AS dan Inggris, tapi Biden Masih Tetap tak Percaya. | Foto: dok. Russian Defense Ministry Press Service via AP

ACEHSATU.COM | Moskow – Rusia memperingatkan dan mengancam negara-negara tetangga yang menampung pesawat militer Ukraina saat invasi berlanjut.

Salah satunya Rumania, yang merupakan anggota NATO, yang disebut Rusia bisa saja berujung terlibat dalam konflik bersenjata.

“Kami mengetahui secara pasti bahwa pesawat militer atau pesawat tempur Ukraina terbang ke Rumania dan negara-negara tetangga lainnya,” sebut juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov dalam pernyataan video, seperti dilansir Reuters, Senin (7/3/2022).

Baca Juga: Eksodus Terbesar Abad Ini: 1,5 Juta Warga Ukraina Mengungsi Akibat Perang

“Penggunaan jaringan lapangan udara di negara-negara ini untuk menjadi pangkalan penerbangan militer Ukraina yang kemudian digunakan melawan tentara Rusia, bisa dianggap sebagai keterlibatan negara-negara ini dalam konflik bersenjata,” tegasnya.

Menanggapi peringatan Rusia, Perdana Menteri (PM) Rumania Nicolae Ciuca menyebutnya sebagai ‘retorika’.

Baca Juga: Pengusaha Rusia Ini Nekat Tawarkan Hadiah Rp 14 M buat Tangkap Putin, Berikut Profilnya

“Ini murni retorika yang dirancang untuk mengalihkan perhatian dari apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, warga sipil tewas, aturan konflik bersenjata dilanggar,” ujar Ciuca dalam pernyataan saat wawancara dengan televisi lokal.

Lebih lanjut Ciuca mengatakan bahwa Rusia melakukan apapun untuk menakut-nakuti Rumani. “Kami tidak punya alasan untuk merasa terancam,” tegasnya.

Ciuca kemudian membahas insiden yang dilaporkan militer Rumania pada 24 Februari lalu, hari pertama invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga: Recep Tayyip Erdogan Desak Presiden Vladimir Putin Segera Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Saat itu, sebuah jet tempur Ukraina dicegat saat kedapatan mengudara di wilayah udara Rumania dan dipaksa untuk mendarat.

Pilot jet tempur Ukraina itu memberitahu kepada otoritas Rumania bahwa aksinya masuk ke wilayah udara Rumania disebabkan oleh masalah teknis.

Jet tempur Ukraina itu diperbolehkan pergi, tanpa senjata, beberapa hari kemudian dan insiden itu diungkap ke publik demi menghindari kesalahpahaman dengan Rusia.

Dalam pernyataannya, Konashenkov juga mengklaim bahwa ‘hampir semua’ pesawat tempur Ukraina telah dihancurkan.