Rupanya Putra Amien Rais Ini Sudah 3 Kali Ditegur Pramugari, Lalu Ribut dengan Pimpinan KPK

Rupanya Putra Amien Rais Ini Sudah 3 Kali Ditegur Pramugari, Lalu Ribut dengan Pimpinan KPK
Ketua DPP PAN, MUmtaz Rais. | Foto repro detikcom

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Sikap patuh sepantasnya ditunjukkan oleh siapa pun. Apalagi terkait aturan keamanan saat berada di atas pesawat. Namun kepatuhan itu sepertinya tidak dilakukan putra Amien Rais, Mumtaz Raiz sehingga berakhir dengan insiden yang turut melibatkan pimpinan KPK, Nawawi Pomolango.

Polisi menyebut, pramugari sudah terlebih dulu menegur ketua DPP PAN itu sebanyak kali, sebelum akhirnya cekcok dengan Nawawi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, perihal insiden keributan antara Mumtaz Rais dengan pimpinan KPK Nawawi Pomolango bermula ketika ia menggunakan handphon saat sedang berada di dalam pesawat Garuda.

Yusri mengungkap, sebelum terlibat cekcok, Mumtaz Rais sudah ditegur tiga kali oleh pramugari.

“Awal mulanya cekcok. Inisial MR (Mumtaz Rais) cekcok atau ditegur oleh pramugari sebanyak tiga kali,” ujar Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Namun, lanjut Yusri, kala itu, teguran pramugari pesawat tidak diindahkan Mumtaz Rais. Akhirnya Nawawi Pomolongo, yang juga menumpang pesawat yang sama, ikut menegur Mumtaz Rais.

Anehnya teguran tersebut tidak ditanggapi secara positif. Mumtaz Rais malah melawan saat Nawawi melayangkan teguran. Cekcok pun kemudian terjadi di dalam pesawat itu menjadi tak terhindarkan.

“Ditegur oleh si pegawai KPK ini, ternyata malah dilawan, ribut,” kata Yusri.

Kemudian, setelah pesawat mendarat, Pimpinan KPK Nawawi Pomolongo melakukan pengaduan terhadap kelakuan Mumtaz Rais ke pos polisi (pospol) setempat.

“Lalu, setelah turun dari itu (pesawat), dia (Nawawi Pomolango) mengadu ke pospol, baru buat pengaduan,” katanya.

Penjelasan PAN

Sebelumnya, insiden ribut antara pimpinan KPK Nawawi Pomolango dan Ahmad Mumtaz Rais terjadi di pesawat Garuda. Politisi PAN Irvan Hermawan, yang ikut serta bersama Mumtaz dalam pesawat tersebut, menjelaskan perihal kronologi insiden di pesawat GA 643 GTO-UPG-CGK (Gorontalo-Makassar-Jakarta).

Wasekjen PAN itu membela Mumtaz Rais menggunakan HP di dalam pesawat. Menurutnya, keributan antara Mumtaz Rais dan Nawawi Pomolango sebenarnya sudah diselesaikan di atas pesawat.

Dia menjelaskan, penggunaan HP yang dilakukan Mumtaz Rais terjadi saat pesawat berhenti di Bandara Ujung Pandang, Makassar, untuk transit.

"Pesawat dalam keadaan kosong kecuali penumpang transit, bukan saat boarding," kata Irvan.

Namun dia mengakui soal insiden keributan dengan Nawawi, yang diawali permintaan mematikan handphone oleh pramugari.

"Pada saat saudaraku Mumtaz Rais menggunakan HP dan diminta dimatikan oleh kru pesawat (pramugari) memang terjadi perdebatan, termasuk perdebatan dengan Bapak Nawawi Pomolango." terangnya.

Irvan mengatakan, semua permasalahan sudah langsung diselesaikan di atas pesawat.

"Namun masalah ini sudah bisa diselesaikan secara baik pada saat itu juga oleh pimpinan rombongan Bapak Pangeran Khairul Saleh, yang duduknya di pesawat dekat dengan Mumtaz Rais dan Pak Nawawi Pomolango," kata Irvan. (*)