Ruang Karantina Covid-19 di Gedung Diklat Bate Geulungku Kosong, Tim Medis Tetap Standby

Kosongnya gedung diklat yang memiliki puluhan kamar dan telah disedia fasilitas memadai, karena sementara ini belum ada warga yang dibawa dan diinapkan ke sana untuk menjalani proses isolasi selama 14 hari sesuai ketentuan.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bireuen, Husaini SH MM. (Foto Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM)

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Gedung Unit Pelatihan Teknis Badan Pemberdayaan Masyarakat (UPTB-BPM) Aceh di Cot Batee Geulungku, Kecamatan Pandrah Bireuen, digunakan Pemkab Bireuen, untuk lokasi karantina bagi warga baru pulang dari luar Aceh, diawal merebaknya virus Corona, sementara ini telah kosong.

Kosongnya gedung diklat yang memiliki puluhan kamar dan telah disedia fasilitas memadai, karena sementara ini belum ada warga yang dibawa dan diinapkan ke sana untuk menjalani proses isolasi selama 14 hari sesuai ketentuan.

Begitupun untuk petugas medis yang telah dipersiapkan sebelumnya saat ini masih standy dilokasi dan sewaktu dibutuhkan dapat langsung memberikan pelayanan bagi warga menjalani karantina.

“Kondisi tempat karantina sementara ini kosong dan tidak ada warga jalani isolasi disana, petugas medis tetap standby,” ujar juru bicara tim gugus tugas Covid-19 Bireuen, Husaini SH MM dan Kadinkes dr Irwan A Gani, serta Kalaksa BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra, SSTP ditanya AcehSatu.Com, Senin (28/09/2020) pagi.

Apabila nantinya ada warga Bireuen yang harus menjalani isolasi untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi tidak ada tempat dirumah, dapat dikoordinasikan untuk dibawa ke gedung diklat, jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Teguh Mandiri Putra menambah, petugas yang tetap standby digedung diklat Cot Batee Geulungku, terdiri dari medis dan para medis, tim ambulan termasuk petugas bagian sarana dan prasarana, sebutnya.

Seperti diketahui diawal-awal penyebaran virus Corona yang mengemparkan dunia ini dan upaya pencegahan dini bagi warga baru pulang dari luar negeri dan luar Aceh. Pemkab Bireuen, memanfaatkan gedung diklat memiliki puluhan kamar tidur itu untuk tempat isolasi selama 14 hari.

Melayani berbagai kebutuhan warga yang tinggal dilokasi, Pemkab Bireuen juga turut menyediakan dokter, petugas medis dari puskesmas di wilayah barat, juru masak dari Tagana Dinas Sosial Bireuen serta pengamanan dari TNI-Polri dan Satpol PP. (*)