RSUTP Abdya Ditutup, Gegara Corona

RSUTP Abdya Ditutup, Gegara Corona

ACEHSATU.COM | ABDYARumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan atau RSUTP Abdya ditutup untuk sementara waktu.

Hal itu seiring meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Informasi penutupan sementara RSUTP itu beredar di media sosial dalam surat yang ditandatangani  Bupati Abdya, Akmal Ibrahim.

Penelusuran ACEHSATU.com, Senin (3/8/2020), surat tersebut berisikan informasi yang peningkatan kasus Covid-19.

Sehingga, penyebaran corona sudah  membentuk klaster baru pada 8 dari kecamatan dalam Kabupaten Abdya.

Jumlah kasus Covid-19 di Abdya per 1 Agustus 2020 sebanyak 21 kasus.

Terjadi peingkatan signifikan pada minggu ketiga dan minggu keempat Bulan Juli 2020.

Klaster terbaru terbentuk di RSUTP Abdya dengan ditemukannya 15 orang kasus positif pada tenaga kesehatan yang bertugas.

“Berkenan dengan hal tersebut, RSUTP Abdya ditutup untuk sementara selama 14 hari kerja, mulai sejak 3 hingga 16 Agustus 2020, kecuali khusus IGD, apotek, ruang haemodasila, unit transfusi darah, dan ruang isolasi khusus Covid-19 tetap buka seperti biasa”.

Selanjutnya disebutkan dalam surat itu, Dinas Kesehatan Abdya diminta untuk menyampaikan kepada seluruh puskesmas untuk melakukan perawatan pasien secara intensif di masing-masing puskesma rawat inap dan tidak merujuk pasien ke RSUTP sampai dengan ada surat pemberitahuan selanjutnya.

Demikian antara lain bunyi surat tersebut yang ditandatangani oleh Bupati Akmal Ibrahim 1 Agustus 2020.

Luruskan informasi RSUTP Abdya ditutup

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani meluruskan infiormasi tersebut.

Menurutnya, penutupan sementara RSUTP untuk dilakukannya sterilisasi ruang rawat inap dan beberapa ruangan lainnya di rumah sakit tersebut.

Dikatakan, dalam waktu dekat, petugas akan segera melakukan dusinfeksi ruangan sehingga bisa segera bisa digunakan kembali.

Terkait dengan pelayanan, untuk sementara pelayanan kesehatan sementara dialihkan ke puskesmas terutama puskesmas rawat inap.

Sedangkan IGD dan Apotek di RSUTP tidak ditutup.

Hingga kini, lonjakan kasus di sana naik dan sudah 21 kasus dan dengan adanya 15 orang positif.

Kemudian tracking lain dilanjutkan termasuk kontak erat dengab pasien itu dan ada potensi adanya kasus-kasus baru. (*)