RSUDZA Nyaris Penuh, Lampaui Batas Ditetapkan WHO

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) sejumlah rumah sakit (RS) rujukan pasien virus Corona di Aceh melampaui yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni 60 persen. Satgas penanganan COVID-19 meminta pihak RS menyiapkan ruangan tambahan.
RSUDZA Penuh
Foto: Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) sejumlah rumah sakit (RS) rujukan pasien virus Corona di Aceh melampaui yang ditetapkan World Health Organization (WHO) yakni 60 persen. Satgas penanganan COVID-19 meminta pihak RS menyiapkan ruangan tambahan.

“Tingginya BOR di ruang Pinere semua rumah sakit merupakan konsekuensi atas lonjakan kasus positif baru dalam tiga pekan terakhir di Aceh,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, kepada wartawan, Selasa (10/8/2021).

Berdasarkan data yang diterima, ada 12 RS rujukan pasien virus Corona di Aceh lebih dari 50 persen. Bahkan BOR di RSUDZA sudah 96%.

Saifullah menjelaskan, ada sejumlah RS dengan tingkat keterisian 76-100 persen di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, RSUD Meuraxa Banda Aceh, RSUD Subulussalam, RSUD Aceh Besar, RSUD Aceh Singkil, RSUD Datu Beru Takengon, dan RSUD Tgk Abdullah Syafi’i Pidie.

Sementara lima RS tingkat keterisiannya berkisar 51-75 persen yaitu RSUD Aceh Tamiang, RSUD Langsa, Rumkit Iskandar Muda (IM) Lhokseumawe, dan RS Jiwa Banda Aceh.

Sedangkan BOR 26-50 persen meliputi RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat, RSUD dr Fauziah Bireuen, RSUD Cut Mutia Lhokseumawe, RSUD H Sahudin Aceh Tenggara, dan RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli.

Selain itu, RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Aceh Timur, Rumkit Kesdam IM Banda Aceh, RSUD Munyang Kute, Bener Meriah, RSUD Teuku Umar, Aceh Jaya, RSUD Pidie Jaya, dan RSUD dr Zubir Mahmud di Aceh Timur.

Tujuh RS disebut tingkat okupansi masih di bawah 25 persen yakni RS IM Meulaboh, RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, RSUD Teungku Peukan Abdya, RSUD H Yulidin Away Aceh Selatan, RSUD Muhammad Ali Kasim Gayo Lues, RSUD Simeulue, dan RSUD Sabang.

RSUDZA Penuh
Foto: Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

“Kasus-kasus baru dengan gejala sedang hingga berat, bahkan kritis, tidak tertutup kemungkinan bertambah lagi di semua daerah. Karena itu, setiap rumah sakit seyogyanya melakukan antisipasi sejak dini,” jelas Saifullah.

Saifullah menjelaskan, pasien COVID-19 yang dirawat inap yaitu pasien dengan gejala sedang hingga berat. Untuk pasien gejala ringan, jelasnya, direkomendasikan menjalani Isolasi mandiri atau isolasi di tempat yang disediakan pemerintah daerah.

“Kita menyarankan agar semua RSUD kabupaten/kota segera melakukan alih fungsi ruangan dan bed yang ada untuk perawatan COVID-19, sebagaimana dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK 02.01/Menkes/11/2021,” sebut Saifullah.

Saifullah juga mengimbau semua RSUD di kabupaten/kota untuk meningkatkan selektivitas rujukan pasien ke rumah sakit rujukan utama di Aceh yakni RSUDZA Banda Aceh. Bila dapat ditangani di daerah, disarankan pasien tidak dirujuk.

“Selektivitas rujukan itu tujuannya agar semua pasien mendapat penanganan dan pelayanan sesuai kebutuhan medisnya,” ujarnya. (*)