RSU Zainal Abidin Tak Cukup 2 Alat Seharga Rp 15 Miliar untuk Tangani Corona

1
15
RSUZA Aceh menyiapkan enam ruangan khusus untuk antisipasi penanganan pasien terinfeksi virus Corona. (Agus Setyadi/detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah memantau kesiapan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) di Banda Aceh untuk melakukan penanganan bila ada pasien virus Corona.

Menurutnya, masih ada dua alat yang belum dimiliki rumah sakit tersebut.

“Secara prinsip-prinsip, kita siap menghadapi ini (menangani pasien). Kita sudah bentuk SOP khusus sesuai petunjuk Menkes dan Presiden,” kata Nova dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (12/3/2020).

Nova menjelaskan, beberapa syarat ruang penanganan Corona sudah terpenuhi di RSUZA. Namun masih ada dua alat yang belum lengkap di ruangan penanganan suspect Corona, yaitu USG dan bronkoskopi.

Kedua alat yang diwajibkan itu adalah alat baru yang khusus dipakai di ruangan RICU. Harganya ditaksir mencapai Rp 15 miliar.

“Harusnya tidak ada alasan (tidak ada anggaran). Jika terjadi apa-apa, kita pasti akan menyesalinya,” jelas Nova.

Nova mengaku akan mencari solusi agar anggaran pengadaan dua alat ini tidak menyalahi aturan. Nova akan duduk dengan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), yaitu Sekda Aceh, dan Kepala Dinas Keuangan untuk membahas hal tersebut.

“Barangkali ada jalan pintas di pengaturan keuangan yang bisa kita ambil, mungkin pintunya bisa force majeure (keadaan memaksa),” ungkap Nova.

“Ruang RICU ini harus siap 100 persen. Kita harus antisipasi secepatnya. Dari tinjauan kita, hari ini kita harus siapkan sekitar Rp 5 miliar. Segera kita putuskan uangnya dari mana,” beber Nova.

Sementara itu, Direktur RSUZA dr Azharuddin mengatakan saat ini dua pasien yang mengalami gejala mirip COVID-19 ditangani di ruang RICU RSUZA. Hasil laboratorium pemeriksaan atas mereka telah dikirim ke Balitbang Kesehatan di Jakarta.

“Kita telah mengirim hasil lab ke balitbang kesehatan (Kemenkes). Sementara kita rawat sebagai pasien suspect, ketika ada hasil baru kita putuskan status pasien apakah negatif atau positif,” jelas Azharuddin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here