Ribut Soal Zona Merah Corona Aceh, Ternyata Pemerintah Punya 15 Indikator, Berikut Rinciannya

Ribut Soal Zona Merah Corona Aceh, Ternyata Pemerintah Punya 15 Indikator, Berikut Rinciannya

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ribut sejumlah kepala daerah di Provinsi Aceh terkait penetapan zona hijau dan merah corona oleh Plt Gubernur Aceh masih bergulir hingga hari ini. Sejumlah daerah itu mempertanyakan dasar kebijakan yang tertuang melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Aceh Nomor 440/7810 tanggal 2 Juni 202.

Terakhir, Bupati Aceh Tamiang bahkan sempat meminta  Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah agar meninjau ulang penetapan status Aceh Tamiang masuk dalam zona merah Covid-19.

Namun ternyata kebijakan penetapan zona hijau hingga merah yang ditempuh Plt Gubernur Aceh didasarkan pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Adapun kabupaten/kota di Aceh yang masuk dalam kriteria zona hijau dan zona merah, yaitu 14 berstatus zona hijau: Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Kota Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Sabang, Langsa, Aceh Timur dan terakhir Aceh Besar.

Sedangkan 9 kabupaten/kota yang berstatus dengan Zona Merah, yakni Banda Aceh, Pidie, Simeulue, Aceh Barat Daya, Aceh Tamiang, Lhokseumawe, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Utara.

Berdasarkan keterangan anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Dewi Nur Aisyah, dalam siaran langsung lewat akun YouTube BNPB Indonesia, Senin (8/6/2020), disebutkan kebijakan penetapan zona merah, dan hijau dilakukan dengan hitung-hitungan berbasis data penyebaran COVID-19.

Untuk menentukan warna zonasi suatu kabupaten/kota, pemerintah menggunakan belasan indikator. Masing-masing indikator akan dihitung menggunakan skor penilaian.

“Secara total terdapat 15 indikator utama,” kata Dewi, dikutip detikcom, Senin.

15 indikator kesehatan masyarakat itu terdiri dari 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan 2 pelayanan kesehatan. Berikut adalah 15 indikator kesehatan yang dipakai pemerintah untuk menentukan zonasi Corona.

Indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 berbasis data:

  1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  2. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
  8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP
  9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
  10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
  11. Rt – angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi)
  12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
  13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
  14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19
  15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Tiap-tiap daerah akan mengantongi skor berbeda-beda dari 15 indikator di atas. Skor dan pembobotan dari suatu daerah akan dijumlahkan, hasilnya akan dikategorisasikan menjadi zona berdasarkan warna, sebagai berikut:

  1. Zona merah: zona risiko tinggi (skor 0 sampai 1,8)
  2. Zona oranye: zona risiko sedang (skor 1,9 sampai 2,4)
  3. Zona kuning: zona risiko rendah (skor 2,5 sampai 3,0)
  4. Zona hijau: zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus COVID-19 positif. (*)