Riad Al Malki Tegaskan Gencatan Senjata dengan Israel Belum Cukup Akhiri Konflik, Palestina Harus Jadi Negara Merdeka

ACEHSATU.COM Palestina harus jadi negara Merdeka. Duta Besar Palestina untuk PBB Riad Al Malki menegaskan gencatan senjata saja tak cukup untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Akar utama konfrontasi adalah pendudukan Israel di Yerusalem.

Menurut Al Malki, seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (21/5/2021), sekitar 2 juta warga Gaza memang bisa tidur nyenyak setelah gencatan senjata, namun konflik ke depan masih membayangi.

Dia mendesak dunia internasional mengatasi inti masalah di Yerusalem serta mewujudkan berdirinya negara Palestina merdeka.

Riad Al Malki (Foto: Reuters)

Israel merebut Yerusalem Timur serta Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam perang Timur Tengah 1967. Israel lalu mencaplok Yerusalem timur dalam sebuah tindakan yang tidak diakui secara internasional seraya mengklaim seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Sementara itu Palestina akan menjadikan Yerusalem timur, yang di dalamnya terdapat Masjid Al Aqsa, sebagai ibu kota negara di masa depan.

Al Malki juga menyinggung penodaan tentara Israel terhadap Masjid Al Aqsa, tempat suci ketiga bagi umat Islam, serta rencana pengusiran warga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah.

Dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB sebelumnya dia mengatakan, pesan dari pertemuan tersebut bukan hanya mengutuk kekejaman dan kejahatan Israel di Gaza, namun mengingatkan dunia akan perlunya memelihara serta membela Yerusalem, tempat yang juga disucikan umat Kristiani dan Yahudi.

Al Malki menuduh Israel berniat menghapus karakter multi-budaya dan multi-agama di Yerusalem.

“Kami menentang dan menolak itu dan kami akan terus berusaha mencegah hal itu terjadi,” tuturnya.

Lebih lanjut dia menyoroti normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dengan Israel. Menurut dia, perdamaian Israel dengan Uni Emirat Arab cs tidak akan berpengaruh terhadap masa depan Yerusalem dan negara Palestina. Isu Yerusalem, kata dia, bukan sekadar masalah bagi Arab, tapi juga umat Islam di mana pun serta dunia internasional.

“Kami ingin melihat rakyat Palestina merdeka dan tinggal di negara Palestina merdeka dengan Yerusalem timur sebagai ibu kotanya,” katanya. (*)