Rektor Unsyiah: Perguruan Tinggi di Aceh akan Didominasi Mahasiswa Luar Daerah

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh Samsul Rizal menyebut kemampuan siswa Tanah Rencong memperebutkan kursi masuk Perguruan Tinggi (PT) sangat rendah.
Rektor USK
Foto: Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal (Agus-detik)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh Samsul Rizal menyebut kemampuan siswa Tanah Rencong memperebutkan kursi masuk Perguruan Tinggi (PT) sangat rendah.

Samsul khawatir kampus di Serambi Mekah ke depan hanya diisi siswa luar bila kualitas pendidikan Aceh tidak diperbaiki.

“Tidak tertutup kemungkinan perguruan tinggi di Aceh akan diserbu oleh siswa dari luar Aceh, dan kondisi ini telah terlihat di Unsyiah,” kata Samsul dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2020).

Dalam beberapa tahun ke belakang, kata Samsul, peminat Unsyiah dari luar Aceh sangat tinggi. Siswa dari luar Tanah Rencong bahkan berhasil lulus di jurusan favorit.

“Kondisi ini tidak bisa dielakkan. Unsyiah sebagai kampus yang kiprahnya semakin dikenal secara nasional, tidak bisa menutup dan membatasi diri dari serbuan pendaftar luar Aceh. Terlebih lagi saat ini, sistem ujian masuk perguruan tinggi di Indonesia dibuka bebas dan dapat diikuti oleh siapa saja,” jelas Samsul.

Samsul berharap Pemerintah Aceh menyikapi persoalan pendidikan secara bijak. Merosotnya potensi skolastik siswa SMA Aceh harus dapat segera diatasi.

Selain itu, Samsul menyarankan Pemerintah Aceh untuk meningkatkan fasilitas sekolah dan laboratorium, skill tenaga pengajar, serta akses kemudahan belajar secara merata di seluruh kabupaten kota harus menjadi prioritas.

“Dinas Pendidikan Aceh harus menjadi garda terdepan menjaga dan meningkatkan kualitas guru dan siswa sekolah,” ujarnya.

Menurut Samsul, peran orang tua sangat dibutuhkan untuk membimbing para siswa. Semua pihak diajak bekerjasama untuk membangkitkan kualitas pendidikan Aceh agar tidak semakin terpuruk.

“Aceh tercatat sebagai salah satu provinsi yang memiliki banyak perguruan tinggi, jangan sampai anak-anak kita hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” kata Samsul.

Sebelumnya, Unsyiah Aceh mengungkap rendahnya kemampuan siswa di Aceh dalam tes masuk PTN. Hal itu diperoleh Unsyiah berdasarkan hasil penilaian rata-rata Tes Potensi Skolastik (TPS).Hasil kualitas pendidikan dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Data itu diperoleh dari hasil evaluasi Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) tahun 2020.

Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal, mengatakan TPS merupakan salah satu jenis tes yang mengukur kemampuan kognitif, yaitu kemampuan penalaran dan pemahaman umum yang penting untuk keberhasilan di sekolah formal, khususnya pendidikan tinggi.

Kemampuan ini meliputi empat penilaian yaitu penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman umum serta pengetahuan kuantitatif.

“Berdasarkan keseluruhan penilaian di atas, Provinsi Aceh tercatat sebagai salah satu provinsi dengan skor TPS terendah secara nasional,” kata Samsul dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9). (*)