Rektor Unsyiah Kirim Surat Perintah Pembongkaran Rumah Dosen, Warga Kopelma Darussalam Lakukan Aksi

Foto: Website Dinas Kesehatan Banda Aceh

BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengeluarkan surat perintah pengosongan rumah di Sektor Timur Kopelma Darussalam.

Dalam surat yang dikeluarkan pada 4 Oktober 2021, ditegaskan adanya perintah pengosongan terhadap delapan rumah yang ada. Karena hal tersebut, Forum Warga Kopelma melakukan aksi penolakan terhadap perintah pengosongan tersebut pada Selasa (5/10/2021).

Dalam aksi itu terdapat sebuah spanduk yang meminta kepada USK agar memperlihatkan “Alas Hak” penerbitan dari BPN atas kepemilikan tanah tersebut.

Koordinator Forum Warga Kopelma, Otto Syamsudin Ishak mengatakan, aksi tersebut mereka lakukan lantaran, dalam surat perintah itu menyebutkan bahwa pada tanggal 5 Oktober kemarin akan dilakukan pembongkaran rumah.

“Hal itu juga terkait dengan proses lelang terhadap delapan rumah di Sektor Timur Kopelma,” kata Otto kepada AJNN, Selasa (5/10/2021).

Ia mengatakan, pihaknya mempertanyakan sebenarnya rumah yang ditinggali oleh dosen senior dan istri dosen USK itu aset siapa. Milik pemdakah atau aset USK. “Dan itu nggak jelas juga. Jadi kita meminta agar USK memperlihatkan surat aset yang menegaskan bahwa rumah itu milik USK,” tegasnya.

Padahal yang mendiami rumah di Sektor Timur Kopelma Darussalam itu, tak lain ialah para dosen angkatan pertama USK. Mereka tak lain ialah dosen pendiri Fakultas Hukum USK dan sebagainya. Namun saat ini para dosen sudah pensiun bahkan ada yang berstatus janda.

“Karena kasus aset ini tidak jelas, seharusnya pelelangan tidak bisa dilakukan. Karena rumah itu masih ada penghuninya. Sebab dalam UU Agraria kalau masih ada penghuninya terlebih dahulu harus ada pemberitahuan,” pungkasnya.