oleh

Rekam Jejak Sejarah Benteng Inoeng Balee Aceh

Laporan: Talinda Ainil Fitrah

ACEHSATU.COM – Berwisata ke tempat penuh sejarah bukanlah hal yang membosankan jika kita mempunyai kemauan, terlebih ketika kita ingin menemukan tempat yang penuh dengan rekam jejak dan semangat pahlawan Aceh seperti hal nya Laksamana Keumala Hayati saat melawan Penjajah.

Dibawah komando perempuan perkasa Aceh Laksamana Keumala Hayati, Benteng Inong Balee mampu berdiri tegak menghadang para penjajah.

Sejarah Benteng Inong Balee tidak dapat dipisahkan dari sosok Keumalahayati atau malahayati,  sosok laksamana laut wanita pertama di Aceh tersebut mempunyai jasa yang cukup besar dalam perjuangan nya melawan penjajah.

Dengan lokasi-nya yang cukup jauh di pelosok Bukit Soeharto Krueng Raya tepatnya di Ujung Timur Teluk Krueng Raya, Benteng Inong Balee menjadi saksi bisu keberanian inong-inong Aceh dahulu dalam berperang.

Benteng ini dibangun pada tahun 1599 oleh Malahayati untuk menampung tentara Inong Balee, selain itu benteng ini juga digunakan sebagai akomodasi bagi janda yang ditinggal suaminya karena syahid dalam peperangan.

Saat benteng ini dibangun tentara inong balee diperkirakan hanya terdiri dari 1.000 janda. Kemudian tentara janda ini ditambah oleh Keumalahayati menjadi 2.000 tentara termasuk anak gadis yang ingin memperjuangkan Aceh.

Benteng ini memiliki struktur persegi Panjang dengan dinding batu yang melingkar, pada dinding terdapat lubang setengah lingkaran yang langsung menghadap ke teluk.

Saat ini hanya terdapat sisa-sisa dinding barat dengan empat lubang, bagian dinding utara dan bagian pondasi struktur timur.

Terlihat bentuknya saat ini hanyalah berupa sisa reruntuhan saja.

Situs cagar budaya Benteng Inoeng Balee, Krueng Raya, Aceh Besar. (Foto: Talinda Ainil Fitrah)

Untuk menempuh ke lokasi benteng tersebut, anda harus benar-benar siap dalam berkendara terlebih lagi bagi kendaraan roda dua, karena medan area yang berbatuan dan juga turunan jalan yang sedikit terjal membuat para pengendara harus siap fisik dan energi.

Tidak hanya sisa reruntuhan benteng, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan indah dari atas Bukit yang langsung berhadapan ke Teluk Krueng Raya. (*)

Komentar

Indeks Berita