Razia Masker di Bireuen, 152 Warga Diberi Sanksi Membaca Ayat Pendek

Suasana petugas mencatat identitas warga terjaring razia masker oleh tim gabungan, depan Puskesmas Juli II, Rabu (30/09/2020) sore. Foto/Istimewa.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – 125 warga terjaring operasi yustisi sesuai peraturan Bupati Bireuen, Nomor 35 tahun 2020 hari keenam digelar tim gabungan di jalan Bireuen-Takengon, depan Puskesmas Juli II, Rabu (30/09/2020) sore.

Mereka diberi sanksi ditempat membaca ayat-ayat pendek, pancasila dan kutip sampah di lokasi razia, .

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Bidang Penegakkan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Bireuen, Chairullah Abed SE yang memimpin operasi sebagai upaya untuk pencegahan Covid-19.

Chairullah Abed juga sebagai Kasatpol PP dan WH Bireuen menjelaskan, dalam razia dilaksanakan ini dan juga semenjak keluar Peraturan Bupati Bireuen Nomor 35 tahun 2020, tidak lagi melakukan pembagian masker.

Melainkan akan melakukan penindakan langsung terhadap warga yang melanggar sesuai Perbup. “Mari kita buat masyarakat agar paham, pentingnya melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Chairullah akrab di sapa Chaidir Abed kepada Aceh Satu.Com, Rabu (30/09/2020) malam.

Dengan hadirnya Perbup ini, masyarakat akan terlindungi dari Pandemi Covid-19 ini dan diharapkan Kabupaten Bireuen dapat segera beralih dari zona orange menuju ke kuning atau hijau, terangnya.

Sementara itu, operasi yustisi lanjutan ini melibatkan sejumlah petugas gabungan dari Satpol PP/WH, personel Polisi Polres dan TNI Kodim 0111/Bireuen, Subdenpom, BPBD, Dinas Kesehatan.

Warga tidak pakai masker langsung diberi sanksi di tempat, seperti membaca ayat-ayat pendek Wa Kulja, Al Fatihah, An Anas, teks pancasila, dihalaman Puskesmas dan kutip sampah dilingkungan lokasi razia.

Dalam razia digelar mulai hanya shalat Ashar pukul 16:15 WIB s/d pukul 17:30 WIB, ditemukan 152 warga melanggar, yaitu tidak memakai masker 92 orang, membawa masker tapi tidak dipakai 25 orang, memakai masker tetapi tidak benar 35 orang, terang Chairullah. (*)