Ratusan Mahasiswa Umuslim Peusangan Mulai Pengabdian di Aceh Utara

Rombongan 250 mahasiswa-mahasiswi dari sejumlah fakultas dan program studi di Umuslim, diberangkatkan ke Aceh Utara, naik 8 unit bus angkutan umum dan 1 unit bus Umuslim, Kamis (28/01/2021) pagi dihalaman kampus Umuslim
Mahasiswa Umuslim Peusangan
Suasana keberangkatan para mahasiswa KKM dari Umuslim Peusangan menuju Aceh Utara, Kamis (28/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Sebanyak 250 mahasiswa dari Universitas Almuslim Peusangan, Kabupaten Bireuen, mulai melaksanakan pengabdian dalam program kuliah kerja mahasiswa (KKM) angkatan XIX tahap II tahun akademik 2020/2021, dari 28 Januari s/d 26 Februari 2021, di 40 desa lokasi bencana banjir Aceh Utara.

Rombongan 250 mahasiswa-mahasiswi dari sejumlah fakultas dan program studi di Umuslim, diberangkatkan ke Aceh Utara, naik 8 unit bus angkutan umum dan 1 unit bus Umuslim, Kamis (28/01/2021) pagi dihalaman kampus Umuslim.

Keterangan diperoleh Acehsatu.Com, para mahasiswa dan pejabat perguruan tinggi swasta tersebut, mengikuti serah terima di kantor Bupati Aceh Utara dan selanjutnya ditempatkan dalam dua kecamatan dan 40 gampong lokasi kegiatan pengabdian.

“250 mahasiswa Umuslim mengikuti KKM satu bulan dan semuanya wajib menginap di desa, selama pengabdian didampingi dosen pendamping lapangan,” jelas Kepala Badan Pelaksana KKM Umuslim, Drs Syarkawi, MEd.

Mahasiswa Umuslim Peusangan
Suasana keberangkatan para mahasiswa KKM dari Umuslim Peusangan menuju Aceh Utara, Kamis (28/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Drs Syarkawi MEd, menjelaskan lokasi pengabdian KKM Umuslim angkatan ini di Kecamatan Lhoksukon 20 desa dan juga Matangkuli 20 desa, merupakan kawasan musibah banjir di Kabupaten Aceh Utara yang terjadi Desember 2020 lalu.

Dari dua kecamatan itu, masing-masing kecamatan 125 orang mahasiswa juga didampingi empat dosen pembimbing lapangan (DPL), satu dosen membawahi lima gampong, dan dalam setiap gampong mahasiswa enam sampai tujuh orang.

“Kita mengharapkan mahasiswa dari enam fakultas di Umuslim dari berbagai program studi dan dapat menerapkan disiplin ilmu diperoleh di bangku kuliah dilapangan, dan dapat bersinergi dengan program kegiatan di gampong,” terang Syarkawi.

Kepala Bapel KKM mengatakan selama satu bulan KKM para mahasiswa diharap selain melaksanakan kegiatan siang hari, juga ada hal-hal lain dapat dilaksanakan pada malam hari di gampong, jelasnya.

Seperti diberitakan, sebelum pelaksanaan KKM mahasiswa sudah ikuti pembekalan digelar secara online, Rabu (20/01/2021) dikarenakan daerah masih dalam kondisi belum aman, karena pandemi corona.

Kepala Badan Pelaksana KKM Drs Syarkawi, MEd melalui Kabag Humas dan Kemahasiswaan Umuslim Zulkifli MKom kepada Acehsatu.Com mengatakan, jumlah mahasiswa KKM 250 orang yang terdiri 95 laki-laki dan 155 perempuan.

Dijelaskan jumlah mahasiswa mendaftar sebagai peserta KKM yang memenuhi persyaratan akademis dan administratif adalah sejumlah 250 orang antara lain 95 laki-laki dan 155 perempuan.

Mahasiswa Fakultas Pertanian 9 orang (5 laki-laki, 4 perempuan), FKIP 73 (12 laki-laki, 61 perempuan), Fakultas Teknik 22 (19 Laki-laki, 3 perempuan,) FISIP 44 (15 laki-laki, 29 perempuan), Fikom 56 (28 laki-laki, 28 perempuan), Fakultas Ekonomi 46 (16 laki-laki, 30 perempuan).

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Umuslim, Dr Ir Saiful Hurri MSi, membuka kegiatan itu mengatakan, pelaksanaan program KKM dimasa pandemi Covid-19 ini, untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa agar tidak terhenti dalam menyelesaiakan studinya sesuai jadwal.

“KKM merupakan salah satu Tri Dharma perguruan tinggi, jadi walaupun kondisi daerah yang tidak stabil akibat wabah virus corona, kami harapkan kepada mahasiswa dapat berkontribusi kepada masyarakat melalui pengabdian KKM,” harap Saiful Hurri.

Peserta agar bisa berkontribusi dalam pengabdian di masyarakat, tahun ini di lokasi musibah banjir, tetap perhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di desa. “Kalau perlu mahasiswa harus tampil sebagai agen pemberantasan pencegahan wabah penyakit ini,” papar Warektor III, Dr IrSaiful Hurri Msi. (*)