Berita Lainnya

Hukum

Politik

Diduga curi 62 mayam emas, ayah dan anak ditangkap polisi
emas dan uang sebagai Barang bukti sitaan dari tersangka pencurian emas di Banda Aceh, di Mapolresta Banda Aceh, Senin (24/10/2022) (HO/Humas Polresta Banda Aceh)

ACEHSATU.COM | EKONOMI – Di tengah ancaman resesi global, investasi emas diperkirakan akan menjadi salah satu primadona. Sejumlah negara, termasuk China, berbondong-bondong memborong komoditas “berkilau” ini.

Bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) memborong emas dalam jumlah yang besar dalam dua bulan terakhir.

World Gold Council (WGC) pada Jumat (6/1/2023) melaporkan bank sentral China (PBoC) memborong emas sebanyak 32 ton pada November 2022.

Pembelian emas oleh PBoC adalah yang pertama kali sejak September 2019 atau lebih dari tiga tahun lalu.

Kemudian pada akhir pekan lalu, PBoC mengumumkan pembelian emas sebesar 30 ton pada Desember 2022.

Dengan demikian, dalam dua bulan PBoC memborong 62 ton emas.

Tidak hanya China, bank sentral lainnya juga memborong emas pada tahun lalu.

WGC melaporkan jumlah pembelian tersebut menjadi yang terbesar dalam 55 tahun terakhir.

Pada pekan pertama 2023, harga emas dunia langsung melesat 2,3%. Begitu juga dengan harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Harga emas Antam melesat pada perdagangan Sabtu (07/01/2023).

Bahkan, posisinya saat ini melesat ke level tertinggi dalam 10 bulan terakhir.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas dengan ukuran 1 gram dibanderol Rp 1.032.000/batang pada Sabtu (07/01/2023), melesat 1% dibandingkan sehari sebelumnya.Kenaikan harga emas Antam mengikuti pergerakan emas dunia yang melesat 1,77% ke US$ 1.865/troy ons yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2022.

Tanda-tanda Amerika Serikat memasuki resesi makin kuat, The Fed pun diprediksi akan menurunkan agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga.

Alhasil, harga emas dunia melesat 2,26% sepanjang pekan lalu dan menyentuh level tertinggi sejak Juni 2022.

Lantas, bagaimana proyeksi harga emas pada 2023 ini?

Direktur Operasi dan Produksi Antam I Dewa Bagus Sugata Wirantaya menyebutkan, penjualan emas pada 2023 ini memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan seperti yang terjadi pada 2022 lalu.

Perlu diketahui, penjualan emas Antam pada 2022 telah mencetak rekor tertinggi.

“Ada cenderung peningkatan seperti penjualan antam di tahun 2022 menembus penjualan paling tinggi dari semua yang kita dapatkan,” ungkapnya dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Senin (9/1/2023).

Pihaknya pun memperkirakan harga emas akan turut melonjak pada 2023 ini.

Hal ini menimbang keadaan geopolitik dunia dan ancaman resesi global yang sudah di depan mata. Dia menilai, investasi emas merupakan investasi yang minim risiko, sehingga saat ini emas akan semakin diburu investor dan membuat harga emas semakin melambung di tahun ini.

“Harga emas ini terkerek, akan terdorong naik juga, dan tingginya demand di masyarakat akan memberikan nilai emas juga akan meningkat. Boleh dikatakan, ada tren cenderung makin meningkat, sehingga di tahun 2023 ini investasi emas masih memiliki investasi peluang yang sangat baik,” jelas Dewa.

Dewa mengatakan, harga emas global dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu pasar ekonomi global, kemudian kurs (nilai tukar mata uang), dan yang terakhir adalah mengenai suplai dan permintaan (demand).

“Yang pasti emas global itu kan sangat volatil terhadap tiga faktor. Pertama kondisi global economic market, yang kedua menyangkut kurs tukar, kemudian yang ketiga terkait dengan adanya supply dan demand,” tuturnya.