oleh

Rakyat Terancam Kelaparan Dampak Resesi Ekonomi dan Corona

-Indeks, Opini-3.665 views

Oleh : Dr. Zainuddin, SE., M. Si.

ACEHSATU.COM – Kecemasan yang sangat dirasakan oleh seluruh penduduk dunia sekarang ini adalah wabah Covid-19. Imbas dari kecemasan tersebut membuat seluruh sendi-sendi kehidupan menjadi sangat terpengaruh terutama pada kegiatan ekonomi masyarakat.

Baru-baru ini bank dunia menyatakan bahwa ekonomi Indonesia bisa tidak bergerak atau berada pada titik nol, dan itu dibenarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dampaknya kini masyarakat mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Selain karena ada pelarangan keluar rumah oleh pemerintah juga karena rasa takut terhadap virus corona yang dialami warga juga bertambah.

Bagi yang memiliki tabungan atau memiliki yang masih memiliki pendapatan mungkin mengenai keperluan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tidak menjadi masalah.

Akan tetapi coba kita bayangkan kecemasan rakyat yang pada saat ini sudah menganggur dari mulai bulan April 2020 yang lalu dan sekarang tabungannya sudah tidak ada dan mencari pekerjaan sangat sulit karena memang banyak bisnis harus tutup dipastikan akan terganggu kehidupannya meskipun pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial (Bansos) sejumlah Rp600 ribu.

Namun apakah dana bansos ini masih diberikan hingga sekarang dan kita berharap akan terus diberikan hingga waktu normal kembali?

Walaupun sesungguhnya dana sebanyak 600 ribu rupiah tidak mencukupi namun setidaknya ada demi bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.

Seiring berjalannya waktu kecemasan dan  rasa takut rakyat dunia semakin menjadi-jadi sudah ada yang memprediksi bahwa akan ada peningkatan kelaparan yang tadinya sebesar 135 juta jiwa bisa bertambah secara drastis hingga mencapai 250 juta jiwa (Bisnis.com; World Food Programme).

Bagaimana dengan Indonesia?

Situasi yang minimal akan terjadi adalah  kegiatan ekonomi akan sangat terkoreksi negatif dan bisa jadi akan terjadi pertumbuhan minus hingga dua digit, dan jika keadaan seperti terus berlanjut dan bahkan akan terus mengalami keparahan dari sisi peningkatan keterpaparan dan peningkatan pengangguran yang semakin signifikan.

Tentu hal yang paling menakutkan akan berada di depan mata kita dan akan kita berada pada situasi tersebut, tak lain dan tak bukan akan terjadinya suatu keadaan krisis yang kompleks yaitu krisis dibidang ekonomi dan krisis kemanusiaan itu sendiri.

Krisis ekonomi yang bakal terjadi bukan adanya pergerakan masa untuk melakukan penjarahan seperti tahun 1998 melainkan lebih parah lagi karena banyak rumah tangga yang secara serentak mengalami kelaparan dan banyak rumah tangga yang berantakan (broken home) serta bakal banyak individu-individu yang mengalami stres akut karena rasa takut yang amat sangat.

Semoga saja tidak terjadi yang demikian, namun arah ke keadaan resisi yang akut tersebut kemungkinan besar akan terjadi jika kepatuhan rakyat terhadap himbauan pemerintah untuk hidup wajib mengikuti protokol kesehatan yang ketat diabaikan.

Selanjutnya, ada satu ikhtiar yang bisa dilakukan oleh umat muslim untuk menghindari krisis yang amat sangat adalah dengan cara memperkokoh keimanannya kepada Allah, karena sesungguhnya keadaan ini semua merupakan bentuk sedikit ujian yang ditimpakan untuk menguji iman umat itu sendiri.

Perkuat keimanan kita kepada Allah dan yakin seyakinnya bahwa covid-19 tersebut ciptaan Allah dan Allah pula lah yang akan mencabutnya dengan cara secara konsisten memperbanyak sujud kita kepada Nya.

Bila keimanan ummat kuat, pasti dengan sendirinya rasa takut berlebihan tidak akan terjadi sehingga ummat akan hidup terasa normal walaupun ada peraturan kesehatan yang harus diikuti dalam kesehariannya.

Oleh sebab itu, mari dengan ujian covid-19 untuk kita coba melihat kembali esensi atas penciptaan manusia itu sendiri, dimana dalam Islam esensi tersebut dinyatakan adalah manusia diciptakan hanya semata-mata untuk menyebah Nya.

Dapat dimaknai manusia itu harus selalu selaras dengan ketentuan Allah, baik itu dalam perkara mencarai rezeki, perkara pergaulan, perkara berumah tangga, dan perkara bernegara serta lain sebagainya.

Mungkin hingga diturunkan covid-19 kedunia ini bisa jadi Allah sedang menegur ummat karena perkara-perkara tersebut sudah jauh dari tuntunan Nya.

Nah, jika itu sudah diketahui mari kita kembali untuk disesuaikan dengan hukum Allah agar segera mungkin covid-19 ini dicabut di dunia ini dan kembali ummat bisa hidup normal kembali, dan yakinlah tiada hujan yang tak reda. (*)

(Penulis Adalah Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Serambi Mekah Aceh)

Indeks Berita