Opini

Rahmat Asri Sufa: Syariat Islam di Aceh Jangan Terkesan Main-main

Rahmat Asri Sufa, pemuda asal Aceh di Medan menanggapi terkait isu mesum artis Aceh yang berkembang di masyarakat.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | MEDAN – Maraknya pemberitaan media maupun pembicaraan masyarakat terkait kasus mesum artis Aceh berinisial ML di salah satu SPBU di Kabupaten Aceh Besar sontak tersebar dan terdengar hingga keluar Aceh. Pemberitaan ini bagaikan isu hangat yang diterpa angin hingga terbawa kemanapun.

Rahmat Asri Sufa, pemuda asal Aceh di Medan menanggapi terkait isu mesum artis Aceh yang berkembang di masyarakat, “Saya sempat syok ketika mendengar isu ini dilontarkan oleh sahabat saya yang notabanenya sama-sama mahasiswa di Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan,” ujarnya mengawali keterangan kepada ACEHSATU.COM, Senin (27/11/2017).

“Ternyata benar isu mesum artis Aceh ini mulai viral di berbagai medsos bahkan di sini (Medan) banyak dibicarakan orang,” ungkap Rahmat.

Lanjutnya, “kalau memang ini benar, pihak berwenang harus mengambil tindakan tegas, hukuman cambuk bagi si pelaku khalwat di Aceh wajib ditegakkan”.

Syariat Islam di Aceh harus adil, jangan pandang bulu serta terkesan main-main. Aceh dikenal sebagai Provinsi yang memiliki otonomi khusus dalam pelaksanaan Syariat Islam, jangan sampai menciderai syariat gara-gara hukum yang dianggap pandang bulu, tegas Sekretaris Litbang IPTR Sumut ini.

Rahmat juga menganggap Adanya kejanggalan dari penemuan ini.

“Kalaulah mesti tidak melakukan hal yang tidak senonoh, kenapa harus ada surat penyataan permohonan maaf, mau istirahat kan bisa diluar mobil. Berdua-duaan saja di tempat sunyi dengan pasangan non muhrim sudah menyalahi syariat Islam, apalagi kalau benar sudah melakukan perbuatan yang melanggar hukum Islam,” tutupnya.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang anggota polisi yang merupakan seorang petugas jaga SPBU yang memergoki dua sejoli sedang berada di dalam mobil.

Artis Aceh ML dan pasangannya dipergoki oleh petugas polisi bernama Bustami di SPBU diduga sedang mesum, curiga dengan mobil yang mereka tumpangi dalam posisi berhenti sedang bergoyang. (*)

1 Comment

1 Comment

  1. Rimueng

    28 Februari 2018 at 10:38 am

    Tidak mungkin syariat islam bisa berlaku secara benar jika pemimpim pemimpin Aceh juga masih sangat doyan dengan maksiat dan korupsi. Banyak kita lihat pejabat pejabat Aceh masih doyan jajan ke medan dengan uang hasil korupsinya. Bagaimana hukum nau ditegakkan jika aparat penegak hukum saja bergelemang dosa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top