Rahasia Menulis Curriculum Vitae yang Bikin HRD Terkesan

Ada 9 rahasia membuat CV yang memikat perusahaan yang Anda "tembak", hingga bagian Human Resources Development (HRD) langsung jatuh hati pada Anda bahkan sebelum melihat Anda sekalipun.

Rahasia Menulis Curriculum Vitae yang Bikin HRD Terkesan

ACEHSATU.COM – Tidak ada siapapun yang ingin menganggur, konon jika bisa belum selesai kuliah pun sudah bekerja.

Tetapi untuk lulus seleksi dan diterima bekerja di sebuah perusahaan atau instansi mesti melewati proses. Salah satu adalah membuat Curriculum Vitae (CV) yang memikat.

Mungkin Anda masih bingung bagaimana menulis riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) yang memikat dan menjual?

Jika iya, maka Anda adalah orang yang disarankan untuk membaca dan memahami dengan baik artikel ini.

Ada 9 rahasia membuat CV yang memikat perusahaan yang Anda “tembak”, hingga bagian Human Resources Development (HRD) langsung jatuh hati pada Anda bahkan sebelum melihat Anda sekalipun.

Namun jika Anda keliru membuat CV, maka perusahaan mana pun tidak akan pernah menerima Anda.

So, jangan pernah anggap remeh dengan surat lamaran kerja dan teknik membuat CV. Banyak aplikan yang berkas mereka tidak disentuh sedikit pun oleh orang-orang bagian HRD karena apply tidak menarik.

Padahal Anda sudah bersusah payah menulis dan mengirimnya ke perusahaan. Sayang bukan?

Memang namanya surat lamaran, dan dari sisi namanya terlihat biasa saja dan tidak ada yang rumit.

Toh semua lulusan SMA bisa membuatnya apalagi jika sarjana tentu lebih enteng.

Mungkin apa yang saya katakan tersebut pernah terlintas dalam benak Anda seperti itu. Tapi tahukah Anda, itu adalah pemikiran dan anggapan yang sangat salah?

Surat lamaran bukan sekadar syarat untuk melamar pekerjaan, itu perlu Anda tahu.

Surat ini sebenarnya dapat memberikan gambaran kepada perusahaan terkait kepribadian Anda  sehingga mereka bisa mengambil keputusan apakah akan merekrut Anda atau tidak.

Ibaratnya ia seperti kemasan sebuah produk. Penilaian awal selalu tergantung kemasannya.

Begitu pula halnya dengan CV justru lebih urgen.

Keberadaan CV bukan sebagai pelengkap surat lamaran kerja belaka.

Namun dokumen penting yang menjelaskan rekam jejak Anda, menjelaskan siapa Anda, hingga HRD akan mudah mengenali Anda bila CV yang Anda sodorkan terlihat menarik dan meyakinkan.

Menulis sebuah CV yang menarik, memikat dan ‘menjual’ bukan hanya memperhatikan soal konten, desain, dan standar CV yang diinginkan oleh perusahaan calon penerima Anda.

Namun juga meliputi hal-hal teknis lainnya apalagi sekarang ini semuanya serba daring. Seperti mengirimkan via email.

Oleh karena itu hal yang paling penting sebagai langkah awal agar Anda memiliki peluang lebih besar untuk dipanggil interview dari sekian banyak pesaing Anda adalah sukses membuat pihak HRD perusahaan yang Anda tuju berkesan pada CV Anda.

Bagaimana perusahaan target Anda bisa memilih CV Anda untuk dipertimbangkan jika CV Anda tidak terlihat baik, tidak berkesan dan tidak menonjol diantara tumpukan CV lain?

Lantas, bagaimana menulis CV dengan baik, tersusun rapi, dan enak dipandang mata?

Susunlah CV Anda dengan jelas dan ringkas untuk mempermudah HRD mendapatkan informasi lengkap mengenai diri Anda.

Tuliskan nama, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan informasi kontak personal secara detail dan lengkap serta berurutan.

Sehingga orang HRD merasa terkesan.

Motivator Qiu Institute Qudus Husein, SH.CH.CHT.L.NLP sekaligus praktisi NLP asal Banda Aceh membongkar rahasia itu untuk penulis dan pembaca.

Qudus Husein menekankan “menulis CV bukan hanya sekedar pelengkap lamaran kerja sebagaimana anggapan kebanyakan orang.”

“Namun ia memiliki rumus tersendiri sehingga CV yang dibuat jadi lebih menarik siapapun yang membacanya.” ujar Qudus.

Katanya lagi, banyak kesalahan yang dilakukan oleh pencari kerja dalam membuat CV, dan itu sering terjadi, diantaranya; (1) menganggap cover letter tidak diperlukan, (2) standar terlalu umum, (3) tata bahasa kurang baik, (4) tidak detail, (5) banyak hal yang tidak relevan, (6) memuat hoaks.

“Akibatnya CV seperti itu tidak menarik dan akhirnya tidak laku. Anda bisa cek sekurang-kurangnya terdapat 5 tanda CV tidak menarik.” kata Qudus Husein.

Apa saja?

Layout yang berantakan, menulis pekerjaan yang umum, riwayat hidup teralu detail (bukan tidak boleh detail ya), personal data tidak relevan, tidak memiliki kemampuan khusus.

Inilah 9 Rahasia Menulis CV yang menarik dan memikat

Hindari format berlebihan

Format memang diperlukan namun jangan berlebihan atau bahkan salah. Jika bisa sesuai dengan format yang diinginkan oleh perusahaan yang dituju. Contoh format misalnya, jarak atau spasi, gambar dan warna, bentuk, jenis huruf dan ukuran, dan lain-lain.

Tulis riwayat pendidikan terbaru

Selalu update dan sesuaikan dengan kebutuhan bidang pekerjaan yang akan dilamar. Namun jangan berbohong.

Pakai rumus KISS

Yaitu Keep it Short and Simple. Detail, singkat dan tidak bertele-tele. Artinya langsung pada pokok tujuan.

Tulis fakta

Tidak disarankan menulis sesuatu yang tidak ada buktinya.

Namun berikan informasi sesuai dengan fakta. Gunakan kalimat yang berpengaruh dan berkesan sesuai pekerjaan yang diminati (passionate), masukkan personal link jika ada.

Gali informasi tentang perusahaan

Misalnya keunggulan perusahaan, visi dan misi, serta Corporate Culture. Sehingga menjadi pengayaan Informasi bagi calon pelamar.

Tonjolkan spesifikasi yang ingin digeluti

Tulislah hal-hal tersebut dengan memberikan tanda khusus atau menebalkan huruf dengan warna tertentu. Teknik ini agar mudah terlihat saat dibaca.

Cantumkan sertifikat keahlian

Jika Anda memiliki portofolio berupa sertipikat keahlian pada bidang yang digeluti sangat dianjurkan untuk dilampirkan dan ditulis pada CV. Ini akan menguatkan Anda dan nilai kapasitas bidang yang ditekuni.

Gunakan huruf yang simpel dan proporsional

Pilihlah ukuran huruf yang standar digunakan biasanya ukuran huruf yang disarankan antara 11-12 ppt. Sedang jenis huruf adalah Sans Serief agar mudah dibaca.

Dan terakhir

Pasanglah foto diri Anda yang menarik, elegan, dan profesional

Meskipun sepele namun poin ini sangat mempengaruhi pandangan HRD. Tetapi foto yang dipasangpun dengan memperhatikan kesesuaian dengan jenis perkerjaan yang dilamar.

Siap untuk Wawancara

Sementara dalam menghadapi interview atau wawancara. Seorang aplikan mesti mempersiapkan diri lebih baik. Mulai dari persiapan fisik serta mental. Fisik harus sehat dan terlihat segar.

Tips sukses menghadapi wawancara diantaranya; latih cara berkomunikasi, gunakan pakaian yang sesuai, jadilah pendengar yang baik, bicara yang penting saja, dan tidak sok akrab.

Selain itu kita juga bisa menggunakan bahasa yang sopan dan mudah dimengerti saat sedang wawancara.

Tampakkan rasa percaya diri dan minat yang kuat terhadap topik yang dibicarakan.

Selanjutnya Anda harus fokus pada tujuan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh interviewer.

Oleh karena itu Anda harus berkonsentrasi pada pertanyaan.

Dan yang paling penting Anda tidak memelas atau meminta belas kasih saat berhadapan dengan pewawancara.

Walaupun begitu menurut Qudus Husein masih banyak tips dan trik lainnya yang mesti diketahui oleh para pencari kerja dengan mengandalkan CV yang menarik dan ‘menjual’.

Terlebih saat wawancara yang menegangkan. Dibutuhkan sebuah persiapan mental yang benar-benar siap menerima tantangan. (*)