Rafly, Soal Peralihan Empat Pulau di Aceh ke Sumut Jangan Saling Tuding

peralihan wilayah secara administratif empat pulau tersebut bukan terjadi begitu saja, tetapi ada proses panjang yang harus dilalui bertahun-tahun lalu
Anggota DPR RI asal Aceh Rafli
Anggota DPR RI asal Aceh Rafli

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Rafly, Soal peralihan empat pulau di Aceh ke Sumut Jangan saling tuding.

Anggota DPR RI asal Aceh Rafly meminta semua pihak di Aceh jangan saling tuding menuding soal beralihnya empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil ke Sumatera Utara (Sumut),

melainkan harus duduk bersama membicarakan langkah advokasi yang harus ditempuh.

“Tentu tidak elok jika kita menyikapinya dengan saling tuding dan mencari pihak yang disalahkan tanpa memahami secara komprehensif semua aspek yang menjadi dasar dimungkinkannya keputusan tersebut lahir,” kata Rafly dalam keterangannya, di Banda Aceh, Selasa.

Baca juga: Aceh vs Sumut Rebutan Pulau, Siapa Kuat?

Menurut Rafly, peralihan secara administratif empat pulau di Aceh Singkil ke Sumut tersebut perlu didiskusikan dan disikapi bersama agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. 

Kata dia, peralihan wilayah secara administratif empat pulau tersebut bukan terjadi begitu saja, tetapi ada proses panjang yang harus dilalui bertahun-tahun lalu.

Karena itu, Rafly menyarankan agar semua stakeholder di Aceh perlu duduk bersama, tidak hanya mendiskusikan isu peralihan administratif empat pulau itu saja, melainkan juga hal lainnya secara keseluruhan. 

Baca juga: Ini Penjelasan Pemerintah Aceh Soal 4 Pulau Masuk Wilayah Sumut

“Pemangku kepentingan Aceh perlu duduk bersama, Pemerintah Aceh, DPRA, Forbes, Wali Nanggroe, ulama, akademisi, dan stakeholder lainnya. Diskusikan semua, lalu ambil sikap bersama,” ujarnya.

Rafly meyakini, jika Aceh bersatu dan kompak, maka semua permasalahan dapat diselesaikan. Pihak Kementrian dan Pemerintah Pusat pasti akan mendengarkan aspirasi yang disuarakan bersama. 

“Sehingga Aceh benar-benar teradvokasi. Tidak hanya wilayah, namun juga semua aspek baik sosial politik dan ekonomi yang bisa mensejahterakan rakyat dapat terwujud,” demikian Rafly.

Untuk diketahui, berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor 050-145 tahun 2022 tertanggal 14 Februari 2022, menetapkan peralihan wilayah administratif empat pulau yang tadinya masuk dalam wilayah Aceh Singkil, dan kini beralih ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Empat pulau yang masuk ke Sumatera Utara tersebut yakni Pulau Mangkir Besar, Pulau Mangkir Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang. Padahal, secara wilayah pulau-pulau tersebut berada di kepulauan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.