Puluhan Peserta Dilatih Membatik Tulis di Leubu Mesjid Makmur

Sebanyak 30 warga di Bireuen, ikuti pelatihan pemula cara membatik digelar Bank Aceh Syariah Cabang Kabupaten Bireuen, bekerjasama dengan usaha batik di Gampong Leubu Mesjid, Kecamatan Makmur mulai Senin (25/01/2021) s/d Rabu (03/02/2021) mendatang.
Leubu Mesjid Makmur
Staf Ahli Bupati Bireuen Ir Mukhtar MSi didampingi Pemimpin Bank Aceh Syariah Kancab Bireuen, dan Camat Makmur melihat produksi kain batik di Leubu Mesjid, Senin (25/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Sebanyak 30 warga di Bireuen, ikuti pelatihan pemula cara membatik digelar Bank Aceh Syariah Cabang Kabupaten Bireuen, bekerjasama dengan usaha batik di Gampong Leubu Mesjid, Kecamatan Makmur mulai Senin (25/01/2021) s/d Rabu (03/02/2021) mendatang.

Kegiatan meningkatkan skill bagi peserta itu, dibuka Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi diwakili Staf Ahli Ir Mukhtar MSi, dihadiri oleh Pemimpin PT Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen Hendra Supardi bersama staf, Camat Makmur Azmi SAg, pejabat dinas terkait, Senin (25/01/2021) pagi.

Bupati diwakili Staf Ahli dalam sambutan diantaranya mengatakan, pelatihan membatik digelar untuk pemberdayaan masyarakat, selain itu ditujukan salah satunya bagi masyarakat terkena dampak Covid 19 seperti pemutusan kerja.

Program ini dilaksananakan untuk mempersiapkan tenaga kerja kerajinan batik khususnya berada di Leubu Mesjid. Diharap ke depan dengan ada program ini dapat mengembangkan UKM kerajinan batik di Bireuen.

“Saya mengharapkan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat dan tanggung jawab, sehingga ilmu saudara dapatkan, dapat bermanfaat dan dapat memberikan kontribusi nyata kepada daerah,” imbuh Bupati Muzakkar.

Leubu Mesjid Makmur
Staf Ahli Bupati Bireuen Ir Mukhtar MSi didampingi Pemimpin Bank Aceh Syariah Kancab Bireuen, dan Camat Makmur melihat produksi kain batik di Leubu Mesjid, Senin (25/01/2021) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Camat Makmur Azmi SAg juga berharap pelatihan membatik tulis ini dapat berjalan sebagaimana diharap bersama, dan untuk pelaksanaan kegiatan ini, tentunya harus mendapatkan dukungan dari semua pihak.

Pimpinan Bank Aceh Syariah Bireuen, Hendra Supardi dalam arahannya mengatakan, pelatihan digelar untuk peningkatan kapasitas dan ekonomi bagi masyarakat Bireuen, yang kreatif dan juga inovatif menciptakan lapangan kerja baru.

Diharapkan hasil karya usaha UMKM batik ini dapat dimanfaatkan Pemkab Bireuen untuk pakaian batik pegawai. “Kami Bank Aceh Syariah Bireuen, siap mensupport dana CSR guna menambah alat-alat untuk pengembangan usaha batik ini,” ungkap Hendra Supardi.

“Kami mengharapkan dana CSR dialokasi untuk kegiatan pelatihan bagi UMKM yang ada di Bireuen, mengingat akan berpotensi terhadap pengembangan ekonomi kepada masyarakat, kami senang menjadi bagian pelaksana acara ini,” tuturnya.

Miliki 30 Pengrajin Batik

Bukhari (53) pemilik usaha batik berada di Gampong Leubu Masjid Makmur ditanyai Acehsatu.Com, usai pembukaan pelatihan mengatakan, usaha batik itu baru berjalan delapan bulan terakhir dan sudah memiliki 30 pengrajin batik di beberapa gampong di Bireuen.

Kain bahan batik tulis sudah digambar ditempat usaha itu, diantarkan kerumah para pengrajin ada 10 orang di Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, 10 orang di Kulu Kuta Kutablang dan 10 orang di Leubu Mesjid Makmur.

“Kain kita berikan ini masih polos dan ada bagian-bagian sudah di gambar, kita antar kepengrajin untuk di chanting, setelah siap kita ambil untuk proses warna di tempat usaha batik ini, dibayar Rp75 ribu s/d Rp200 ribu sesuai kerumitan,” jelasnya.

Selain itu juga ada memproduksi batik sablon, dan kain batik dengan beragam motif secara umum sesuai pesanan dari pelanggan, dijual ke Banda Aceh, Bireuen dan tempat tinggal pemesan lainnya.

“Kain batik dijual dengan harga bervariasi sesuai dengan tingkat kerumitan membuat batik tersebut, harganya berkisar antara Rp250 sampai Rp1,5 juta, untuk ukuran kain bidang kecil 2,20 meter dan bidang besar 1,5 meter,” terang Bukhari. (*)