Aceh Timur

Pukesmas Simpang Ulim Bekali Kader Kesehatan Jiwa, Polsek Sosialisasi Bahaya Narkoba

Kader-kader kesehatan jiwa harus bisa menangani setiap pasien yang mengalami ganguan jiwa di desa dan juga dibekali tips-tips dasar bagaimana cara menangani orang ganguan jiwa.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | ACEH TIMUR – UPT Puskesmas dan Polsek Simpang Ulim sosialisasi bahaya narkoba dan kesehatan jiwa (Keswa). Acara tersebut dilaksanakan Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, bertempat di Aula serba guna kantor camat, Jumat (9/2/2018).

Pantauan ACEHSATU.COM acara tersebut diikuti dari Muspika Simpang Ulim, aparatur desa, dewan guru dan kader-kader kesehatan jiwa di seluruh desa di Kecamatan Simpang Ulim.

Iptu Dasril Kapolsek Simpang Ulim selaku pemateri pertama mengatakan “narkoba adalah penyakit masyarakat narkoba musuh masyarakat jadi untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

“Kita harus memantau anak-anak kita dari pengaruh lingkungan, karna akibat salah gunakan narkoba bisa merusak generasi-generasi kedepan dan juga pengaruh dari narkoba bisa membuat kita mengalami gangguan jiwa dan juga bisa membuat kita miskin serta juga bisa membahayakan orang lain dan menggangu Kamtibmas,” katanya dalam acara tersebut.

Iptu Dasril juga mengajak peserta untuk menjaga lingkungan bebas dari pengaruh narkoba, dikarenakan sekarang lagi maraknya pengedaran narkoba di kalangan remaja-remaja.

“Ketika masyarakat ada yang melihat adanya transaksi pengendaran narkoba didesa jangan segan-segan melaporkan kepolsek guna untuk menyelamatkan generasi-generasi kedepan dan bebas dari penyalah gunaan narkoba,” imbuhnya.

Kepala Puskesmas Simpang ulim Dr dewi selaku Pemateri kedua dalam acara tersebut memaparkan tentang kesehatan jiwa.

Ia memaparkan bagaimana tata cara setiap kader-kader kesehatan jiwa dalam menangani setiap pasien yang mengalami ganguan jiwa di desa dan juga dibekali tips-tips dasar bagaimana cara menangani orang yang mengalami ganguan jiwa.

“Setiap kader kesehatan jiwa ditingkat desa ini adalah tim dan mereka harus paham bahwa pasien yang mengalami ganguan jiwa itu terbagi dua, ada ganguan jiwa berat atau ganguan jiwa tahap awal, tujuan untuk supaya bisa cepat ditangani sebelum ketingkat ganguan jiwa berat,” katanya.

“Setiap desa ada dua kader kesehatan jiwa seluruh desa di Kecamatan Simpang mereka adalah perpanjangan tanda dari pihak Puskesmas untuk bantuan tahap awal kepada korban yang mengalami gangguan jiwa,” imbuhnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top