https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Ulama melakukan adat peusijuk dimulainya pemboran sumur minyak dan gas bumi (migas) A-55A yang terletak di Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (10/2/2023) (HO/BPMA)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Sumur minyak dan gas bumi (migas) A-55A yang terletak di lokasi Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara mulai dilakukan pengoboran oleh PT Pema Global Energi (PGE).

Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Muhammad Najib di Banda Aceh, mengatakan “Tentunya kita sangat bangga dan berharap pemboran ini memberikan hasil yang sangat baik demi mendukung upaya peningkatan produksi migas,” Sabtu, (11/2/2023).

Selanjutnya M Najib mengatakan, pemboran sumur A-55A oleh PGE tersebut merupakan  yang pertama dilakukan sejak lapangan Arun dikelola oleh perusahaan nasional dan daerah. 

Najib juga menyampaikan, dalam pengelolaan hulu migas terdapat dua hal yang diperhatikan, yaitu penemuan cadangan baru dan peningkatan produksi dari cadangan terbukti. 

Selain dengan pemboran sumur A-55A, PGE juga sedang melakukan serangkaian kegiatan lain seperti proses untuk peningkatan sales gas dari wilayah kerja B, yakni mengurangi jumlah penggunaan gas untuk bahan bakar dan peningkatan efisiensi fasilitas produksi, serta melakukan seismik di lapangan Cunda dan Rayeu untuk mencari cadangan migas baru. 

“Kami mengharapkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak terhadap kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh PT Pema Global Energi ini,” sebut Najib. 

Sementara itu, Direktur Utama PGE Teuku Muda Ariaman mengatakan sejak pengambilalihan wilayah kerja B oleh PGE pada Mei 2021 dari perusahaan sebelumnya banyak keberhasilan yang sudah dicapai.

Capaian tersebut berupa peningkatan produksi migas (recovery factor) di wilayah kerja B sudah mencapai 97 persen, dan terus berhasil mempertahankan jumlah produksinya bahkan mampu meningkatkan volume penjualan. 

“Kalau aspek anggaran dan keuntungan PGE juga berhasil melakukan efisiensi sehingga telah mampu membukukan keuntungan dan telah dibagikan kepada para pemegang saham secara proporsional,” kata Teuku Muda. 

Teuku Muda menambahkan, dari aspek keselamatan kerja PGE juga telah mencapai 2,4 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja sejak awal pengambilalihan hingga saat ini. 

Lalu, terkait dengan penawaran kepemilikan saham participating interest (PI) kepada BUMD Aceh Utara saat ini sudah memasuki tahapan ke 9 dari 10 tahapan yang diatur oleh Kementerian ESDM, dan diharapkan cepat terealisasi agar Pemerintah Aceh Utara juga memiliki saham dalam pengelolaan wilayah kerja B. 

“Kami juga mohon doa dan dukungan semua pihak agar kegiatan pemboran berjalan lancar hingga mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan bersama, sehingga dapat membantu ketahanan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat Aceh Utara dan Aceh pada umumnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdinur menuturkan dengan dimulainya aktivitas pengeboran ini, maka diharapkan bisa memperoleh hasil yang optimal sesuai yang diharapkan.

“Saya ingatkan lagi bahwa PT Pema Global Energi adalah perusahaan yang dilahirkan oleh rakyat Aceh dan berkarya untuk masyarakat Aceh,” kata Mahdinur.

Dirinya menambahkan, sekitar 78 persen tenaga yang bekerja pada perusahaan ini adalah putra-putri Aceh. Karena itu diharapkan semuanya dapat bekerja dengan baik. 

“Jika ikhtiar ini berhasil, saya pastikan masyarakat yang ada Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara dan masyarakat Aceh secara umum akan menerima manfaatnya,” demikian tutup Kepala Dinas ESDM Aceh Mahdinur.

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik