Proyek PLTU 3-4 Nagan Raya Makan Korban, Satu Pekerja Tewas Tertimpa Besi Tiang Pancang

“Kasus kematian pekerja ini sedang kami selidiki, sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Mahfud di Suka Makmue.
Proyek PLTU 3-4 Nagan Raya
(ANTARA/HO-Dok. Polres Nagan Raya)

Proyek PLTU 3-4 Nagan Raya

ACEHSATU.COM | NAGAN RAYA – Polres Nagan Raya Aceh melakukan penyelidikan terkait kematian Rezeki Simanullang, seorang pekerja asal Sumatera Utara yang tewas mengenaskan di lokasi proyek pembangunan PLTU 3-4 Nagan Raya di kawasan Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir, Kamis, pagi.

“Kasus kematian pekerja ini sedang kami selidiki, sudah dilakukan olah tempat kejadian perkara,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK diwakili Kasat Reskrim AKP Mahfud di Suka Makmue.

Menurutnya, akibat kejadian tersebut, pekerja yang beralamat di Desa Sinambela Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara meninggal dunia.

AKF Mahfud menjelaskan, sebelum meninggal dunia, korban Rezeki Simanullang sebelumnya berteduh di samping paku bumi di lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya, yang sudah terpasang paku pasak bumi, berdekatan dengan mesin alat pemasang paku bumi yang sedang bekerja sekitar lima meter.

Kemudian besi di bagian alat tersebut diduga terjatuh sehingga besi tersebut menimpa ke bagian kepala korban, dan mengenai helm yang dipakai oleh korban.

Proyek PLTU 3-4 Nagan Raya
(ANTARA/HO-Dok. Polres Nagan Raya)

Karena korban mengalami pendarahan hebat, kemudian korban Rezeki Simanullang dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, guna mendapatkan penanganan medis.

Namun setiba di rumah sakit, kata AKP Mahfud, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Ia juga menegaskan, dalam kasus tersebut penyidik sudah mengamankan sejumlah barang bukti guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus ini sudah kita selidiki guna memastikan penyebabnya, apakah terdapat unsur kelalaian atau kesengajaan, kami masih menyelidikinya,” kata AKP Mahfud menegaskan. (*)