Proyek Pengolahan Tinja Gampong Pande Jalan Terus, Cucu Sultan Aceh Ultimatum Jokowi dan Aminullah

Cut Putri yang juga dikenal sebagai pemimpin Darud Donya mengecam sikap Walikota Banda Aceh dan pemerintah pusat yang terus melanjutkan proyek IPAL Gampong Pande.
Cut Putri
Keturunan Sultan Aceh, Cut Putri. | Foto: Serambinews

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Proyek Pengolahan Tinja di Gampong Pande Jalan Terus, Keturunan Sultan Aceh Ultimatum Jokowi dan Aminullah.

Salah satu keturunan Sultan Aceh, Cut Putri bereaksi keras terkait situs sejarah makam kuno para raja dan ulama kesultanan Aceh Darussalam di Gampong Pande Banda Aceh, Aceh, yang terancam punah akibat program pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Cut Putri pun mengultimatum pemerintahan Jokowi dan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.

Cut Putri yang juga dikenal sebagai pemimpin Darud Donya mengecam sikap Walikota Banda Aceh dan pemerintah pusat yang terus melanjutkan proyek IPAL Gampong Pande.

Pembangunan tersebut menurutnya telah mengancam situs khazanah sejarah peradaban Aceh juga berisi makam sejumlah perwira pasukan utusan Sultan Turki Utsmani yang kala itu membantu Kesultanan Aceh.

Cut Putri mengatakan, segala data dan fakta terkait nilai sejarah Gampong Pande sudah diketahui langsung oleh Pemerintah, bahkan diakui oleh dunia internasional.

Namun ia menyayangkan sikap pemerintah terus bersikeras melanjutkan proyek IPAL Gampong Pande.

Proyek tersebut, kata dia, akan berdampak pada musnahnya kawasan situs sejarah awal mula berdirinya Kerajaan Islam Aceh Darussalam, yaitu Titik Nol Kesultanan Aceh Darussalam, di kawasan situs sejarah Istana Darul Makmur Kuta Farushah Pindi Gampong Pande.

Lokasi Proyek IPAL Gampong Pande
Sejumlah keturunan Sultan Aceh meninjau lokasi ditemukannya nisan para raja dan ulama Aceh di Gampong Pande, Banda Aceh, Aceh, Minggu (10/9/2021) yang kini dijadikan lokasi Proyek pembangunan IPAL. | Foto: Kanal Aceh

Lembaganya juga menyesalkan sikap Ombudsman RI Perwakilan Aceh, yang mengabaikan dan menutupi segala pelanggaran dan penyelewengan fatal yang dilakukan pemerintah terkait proyek nasional IPAL Gampong Pande.

“Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh malah merencanakan pembongkaran makam para Raja dan Ulama di area proyek IPAL Gampong Pande,” kata Cut Putri, dalam keterangannya dikutip Selasa, (8/2/2022).

Ia mengecam perwakilan pemerintahan pusat karena berlaku sewenang-wenang dan menghina pahlawan penyebar Islam nenek moyang bangsa Aceh.

“Kenapa justru Lembaga Negara RI yang sangat bernafsu menghancurkan sejarah peradaban Islam di Aceh dengan Tinja!,” tegas Cut Putri mempertanyakan.

Cut Putri juga meminta pemerintah agar mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau tetap memaksa untuk melanjutkan proyek ini, maka akan terbongkar segala pelanggaran dan penyelewengan, yang akan menyeret banyak sekali tokoh-tokoh dan para pejabat sekarang, dulu dan akan datang, dari hulu hingga hilir, dari atas sampai bawah, dari lokal hingga nasional,” bebernya.

Untuk diketahui, pemimpin Darud Donya Cut Putri merupakan cucu Sultan Jauharul Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam, Sultan Aceh yang pernah memimpin Negara Aceh dan bertahta di Istana Darud Donya Kesultanan Aceh Darussalam.

Pada masanya, Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah satu kesultanan Islam termegah dan terbesar di Asia Tenggara. (*)