Bireuen

Proyek Developer di Depan Rumah Sakit dr. Fauziah Gusur Jamaah Pengajian

semua aspirasi yang disampaikan ini akan ditampung, dan nantinya akan dimasukan dalam agenda rapat untuk dibahas dan akan dicari jalan keluar.

ACEHSATU.COM | BIREUEN — Sekitar puluhan jamaah pengajian yang tinggal di Gampong Bireuen Meunasah Capa, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, mengadu nasib ke kantor wakil rakyat  DPRK Bireuen, Jumat, (12/10/2018) kemarin.

Kedatangan jamaah Balai Pengajian Nurul Kasih yang umumnya dari kalangan ibu-ibu ini diterima Wakil Ketua DPRK Bireuen, Drs. Muhammad Arif di ruang rapat Ketua DPRK Bireuen.

Jamaah pengajian tersebut mengadu terkait proyek pembangunan toko yang sedang dikerjakan pihak developer di atas tanah milik Jalan kereta Api Indonesia, tepat nya di depan RSUD. dr. Fauziah.

BACA: Buruknya Pelayanan, DPRK Minta RSUD dr Fauziah Hentikan Sistem Sidik Jari Pasien, BPJS Kok Mangkir?

“Pembangunan toko yang sedang dikerjakan tersebut, sudah mempersempit ruas jalan akses ke balai pengajian dan permukiman warga,” ungkap Tgk Ramli, tokoh masyarakat Gampong Meunasah Capa.

Menurut Tgk Ramli, sikap developer toko yang mensiasati pelebaran tokonya ke belakang dikarenakan di depan sudah dibongkar dengan alasan ada pembangunan jalur dua yang sedang dikerjakan Pemkab Bireuen.

“kedatangan kami ke sini hari ini, agar ada kebijakan pemerintah melaui lembaga ini untuk memfasilitasi persoalan ini, agar tidak mempersempit akses permukiman warga selain, di situ ada balai pengajian  juga ada fasilitas umum lainnya separti PAUD,” harap Tgk Ramli.

Keluhan jamaah pengajian tersebut dijawab Muhammad Arif, Wakil Ketua DPRK Bireuen, dihadapan sejumlah wartawan.

Ia mengatakan, semua aspirasi yang disampaikan ini akan ditampung, dan nantinya akan dimasukan dalam agenda rapat untuk dibahas dan akan dicari jalan keluar.

BACA: Terkait Kematian Pasien, Ini Jawaban RSUD dr Fauziah

“Kami akan memanggil nantinya pihak terkait dari eksekutif,” janji politisi PNA tersebut kepada jamaah pengajian.

Politisi PNA ini juga sangat menyesalkan kejadian ini.

“Kami dari dewan juga sudah pernah mempertanyakan soal ini kepada eksekutif, karena seharusnya di tempat yang dibangun toko tersebut tempat ruang terbuka hijau. Namun developer tersebut menyewa tanah tersebut kepada pihak perusahaan Kereta Api Indonesia,” kata Muhammad Arif. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top