Protokol Kesehatan Diperketat, Puskesmas Kota Juang Kembali Dibuka

Suasana pelayanan di Puskesmas Kota Juang Bireuen kembali berjalan lagi, Senin (14/09/2020) pagi.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Setelah ditutup 14 hari lalu karena petugas medis harus jalani isolasi, sebab ada petugasnya terpapar Covid-19, Senin (14/09/2020) pagi, pelayanan Puskesmas Kota Juang, di Desa Buket Teukuh, Kecamatan Kota Juang, dibuka dan lebih memperketat lagi protokol kesehatan.

“Iya benar, hari ini pelayanan masyarakat di Puskesmas Kota Juang sudah dibuka lagi dan petugas Puskesmas masuk kerja dibagi dua shift sesuai aturan dari Dinas Kesehatan,” jelas Kepala Puskesmas Kota Juang, dr Asmaul Husna dikonfirmasi AcehSatu.Com, Senin (14/09/2020) pagi.

Dijelaskan juga bahwa jumlah masyarakat yang datang berobat setiap hari lumanyan banyak sampai 150 orang, karena wilayah Kota Juang penduduknya ramai. Setelah dibuka hari ini protokol kesehatan telah diterapkan sebelumnya lebih diperketat.

Bagi setiap warga datang harus memakai masker, mencuci tangan di wastafel telah disediakan, di cek suhu tubuh, baru temui petugas dilobi Puskesmas untuk diketahui riwayat warga berobat, dan diruang tunggu dalam dibatasi dengan jaga jarak duduk.

Di Puskesmas Kota Juang ada sembilan dokter, untuk dokter gigi ada dua orang, lainnya tenaga administrasi, perawat, bidan, analis, apotik, memiliki poli umum, poli anak, lansia, KIA, gigi, UGD, pelayanan imunisasi di Puskesmas setiap hari dan utamanya setiap Rabu.

“Untuk petugas medis berada di setiap poli memakai alat pelindung diri lengkap, tetap menjaga jarak saat melayani warga yang berobat,” jelas Kepala Puskesmas, seraya memperlihatkan situasi dalam ruangan tunggu dan poli anak.

Terkait dengan kerja sistem shift, karena untuk September hari kerja tinggal 15 hari, maka shift pertama masuk delapan hari kerja setiap hari dan shift kedua masuk dengan tujuh hari kerja, bulan selanjutnya disesuaikan kembali waktunya.

“Pembagian shift ini dilakukan antisipasi dan kita harapkan tidak terjadi lagi, kita berharap ada kejujuran dari warga datang berobat terkait kondisinya,” ujar dr Asmaul Husna. (*).