Abdya

Protes Panitia Festival Rapai Geleng Tingkat SMA se-Abdya, Sanggar Perkasa Alam Malah Didiskualifikasi

Namun kekecewaan ini menjadikan tidak efektifnya panitia dalam memilih bibit muda Aceh.

Foto | Mimi Saputra

ACEHSATU.COM | ABDYA – Pelatih Sanggar Seni Perkasa Alam dari SMA Harapan Persada, Amiruddin, menceritakan kekecewaan terhadap kegiatan Festival Rapai Geleng tingkat SMA se-Abdya yang berlangsung di Lapangan Bola kaki Pantai Perak Kecamatan Susoh, Jumat (15/12/2017).

“Kegiatan tersebut sangat singkat dan terlalu memaksakan, panitia hanya  memberikan waktu 10 menit. Sebagian anak-anak kita kan merekam sebagai bentuk dokumentasi sanggar. Ternyata hanya 6 menit berjalan para pemain sudah diberhentikan karena sudah habis waktu, beberapa anak komplain dan mempertanyakan hal tersebut, bukan penjelasan yang didapati namun grup kami didiskualifikasi ternyata,” kata  Amiruddin kepada ACEHSATU.COM.

Ia menambahkan, Group Sanggar Seni Perkasa Alam sangat kecewa dan kesal atas ketidaksiapan panitia pelaksana dalam melaksanakan kegiatan.

Amiruddin juga mempertanyakan beban moral terhadap anak-anak dan juga beberapa sanggar yang tidak dapat tampil pada kegiatan Festival Rapai Geleng tingkat SMA Se-Abdya tersebut.

“Panitia telah mengkonfirmasi ke seluruh sekolah mengenai acara ini dan waktunya sudah ditentukan, setiap grup akan tampil 15 menit. Jadi kami sudah settingannya 15 menit untuk tampil,” katanya.

Bahkan pihaknya sudah mengikuti latihan selama 3 pekan.

“Bayangkan saja waktu yang habis dan juga tenaga yang dikeluarkan, mereka rela melakukan itu karena mereka juga ingin tampil terpilih hanya ingin menunjukkan mereka pantas untuk dipilih walaupun tidak terpilih nantinya,” kata Amiruddin.

Group Sanggar Seni Perkasa Alam sangat mendukung adanya kegiatan seperti ini, yang mana juga memerhatikan bibit muda untuk dibimbing kedepannya dalam melestarikan seni Aceh khususnya.

Namun kekecewaan ini menjadikan tidak efektifnya panitia dalam memilih bibit muda Aceh.

“Harapan kedepan, hal seperti ini jangan sampai terulang semoga kedepan, panitia harus matang dalam mempersiapakan suatu nantinya. Kegiatan ini terlalu dipaksakan tanpa pertimbangan yang matang hingga banyak timbul yang kekecewaan,” papar Amiruddin. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top