Bireuen

Proses Hukum Kasus Penganiayaan Melibatkan Ketua Panwaslih Bireuen Dinilai Lamban

Kapolsek mengatakan kasus tersebut masih dalam penyidikan. Ia berharap kepada korban juga untuk koperatif.

FOTO | ILUSTRASI

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Proses hukum kasus penganiayaan Mizanda oleh Ketua Panwaslih Bireuen, Abdul Majid yang ditangani penyidik Polsek Kota Juang, Bireuen dinilai lamban.

Pasalnya kasus penganiayaan tersebut sudah terjadi sejak Mei 2018 lalu, hingga September 2018 belum ada kemajuan.

Mizanda (35), warga Komplek BTN Kupula Indah, Desa Geulanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen selaku korban, kepada ACEHSATU.com, Rabu (12/9/2018) mengharapkan kasus penganiayaan terhadap dirinya ditindaklanjuti sesuai aturan hukum.

BACA: Ketua Panwaslu Bireuen Adu Jotos dengan Kontraktor

“Kasus penganiayaan yang saya alami ini sudah berjalan sekitar tiga bulan lebih, tetapi perkembangan proses hukumnya kurang jelas, saya tidak tahu dimana kendalanya,” ujar Mizanda.

Mizanda menceritakan kasus penganiayaan terhadap dirinya dilakukan Abdul Majid (46), warga sedesa dengannya yang terjadi Sabtu 26 Mei 2018 lalu. Pelaku kebetulan merupakan Ketua Panwaslih Kabupaten Bireuen.

“Pemukulan terjadi di Jalan Banda Aceh – Medan di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bireuen. Saya dipukul di bagian wajah dan juga terluka di bagian tangan, memang saya sempat membela diri,” katanya.

Katanya, sebab pemukulan itu berawal dari adanya hal yang kurang menyenangkan yang dilakukan pelaku terhadap korban di jalan Komplek BTN Kupula Indah.

Usai melakukan itu, pelaku pergi dengan mobil. Lalu disusul korban dengan sepeda motor.

Sehingga sampai di lokasi kejadian, pelaku turun dari mobil dan langsung melakukan pemukulan di bagian wajah.

Usai mengalami pemukulan, korban melaporkan kasus penganiayaan itu ke Polsek Kota Juang.

BACA: Ini Jawaban Ketua Panwaslu Bireuen Terkait Insiden Adu Jotos dengan Kontraktor

Kapolres Bireuen AKBP Riza Yulianto melalui Kapolsek Kota Juang, AKP Ahmad Arief Sanjaya dikonfirmasi Rabu (12/9/2018) mengatakan polisi masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus yang dilaporkan korban Mizanda.

“Pemeriksaan terhadap saksi korban dan saksi lainnya sudah dilakukan, tetapi dalam proses pemeriksaan itu belum terpenuhi sekurangnya dua alat bukti supaya kasus itu bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya,” katanya.

Kapolsek mengatakan kasus tersebut masih dalam penyidikan. Ia berharap kepada korban juga untuk koperatif.

“Proses penyidikan kasus ini tetap berjalan sehingga memenuhi syarat alat bukti,” ucap Ahmad Arief Sanjaya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top