ACEHSATU.COM, BANDA ACEH – Program Studi Hukum Pidana Islam (HPI) Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi mendapatkan Akreditasi A sertfikat tertanggal 18 Desember 2019 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) berdasarkan Asesmen Lapangan oleh tim Asesor dari BAN PT yaitu Dr. M. Nurul Irfan M.Ag yang juga dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Dr. Sulaiman, M.A Dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pada kesempatan itu Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Muhammad Siddiq Armia, M.H,. Ph.D mengatakan keberhasilan ini merupakan keberhasilan kita bersama karena kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, dengan Akreditasi A Program Studi Hukum Pidana Islam, secara khusus Dekan memberikan apresiasi kepada Dr. Tgk Faisal Yahya, STh,,.MA dan Zaiyyad Zubaidi, SH,.M.H selaku Ketua dan Sekretaris Prodi.

“Kita dapat tunjukkan kepada dunia luar bahwa Aceh daerah yang menerapkan Syariat Islam menjadi rule model penerapan Hukum Pidana Islam secara menyeluruh dengan pemberlakuan hukum Jinayah, Maisir dan Khalwat,” ujar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Muhammad Siddiq Armia, M.H,. Ph.D.

Alumni-alumni Fakultas Syariah dan Hukum yang konsentrasinya Hukum Pidana Islam juga sekarang sudah terlibat langsung dalam berbagai aktifitas kelembagaan dalam organisasi struktural pemerintahan, hakim, polisi wilayatul hisbah,  jaksa serta pengacara, disisi lain program studi ini dan program-program studi yang lain juga sudah kita terapkan kurikulum KKNI Ristek Dikti yang ditangani langsung oleh Dr. Jabar Sabil, M.Ag selaku Wakil Dekan 1 yang membidangi bagian kurikulum, ditambah lagi beberapa tenaga pengajar Fakultas Syariah dan Hukum yang sudah berkiprah di tingkat Nasional dan Ineternasional dan banyak publikasi tenaga pengajar kita yang sudah terindex Scopus ungkap Dekan yang sedang Assoc. Prof  alumni Ph.D, Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris dengan Studi Banding Mahkamah Agung Inggris dan Mahkamah Konstitusi Jerman tersebut.

Secara terpisah Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, M.A. selaku Rektor Universitas Islam Negeri Ar-Raniry memberikan apresiasi dan rasa bangga serta ucapan terimakasih yang tidak terhingga atas keberhasilan ini, dan beliau berharap dalam kurun waktu dimasa kepemimpinan beliau semua jurusan yang ada di Fakultas sudah seharusnya untuk mendapatkan akreditasi maksimal, agar kedepan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry menjadi Universitas yang dapat di banggakan oleh masyarakat Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Dengan target yang tidak muluk-muluk kalau mungkin bisa masuk ke dalam peringkat 100 Universitas terbaik dunia saya kira tidak menutup kemungkinan apalagi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry saat ini satu-satu Universitas di Aceh yang jumlah mahasiswa luar negerinya sangat banyak,” ungkap Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, M.A. (*)