Prof Farid Wajdi Ibrahim: Kaum Fasik Lebih Berbahaya dari Munafik

Orang fasik adalah saudaranya orang-orang munafik. Mereka memiliki perilaku yang sama dalam memperlakukan Islam dan orang-orang beriman.
Prof Farid Wajdi Ibrahim/Foto: Ist

ACEHSATU.COM, ACEH BESAR – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim, MA bertindak sebagai khatib pada Jumat, (8/1/2021) di Masjid Babul Maghfirah Gampong Tanjung Selamat Kecamatan Darussalam Aceh Besar.

“Orang-orang fasik dapat lebih berbahaya dari orang munafik apalagi bila mereka memegang satu jabatan penting, tindakan mereka menghancurkan Islam dari dalam.”

Demikian kalimat yang disampaikan Rektor UIN Ar-Raniry periode 2009-2018 pada tausiyah khutbah Jumat siang tadi.

Orang fasik adalah saudaranya orang-orang munafik. Mereka memiliki perilaku yang sama dalam memperlakukan Islam dan orang-orang beriman.

“Meski mereka juga beragama Islam namun orang-orang fasik lebih memilih dekat dengan musuh-musuh Islam dan bahkan suka menjelek-jelek Islam.” ucap Farid.

Ketua Pembina BKM Babul Maghfirah itupun menambahkan jika orang-orang fasik umumnya memiliki ilmu yang tinggi.

Golongan ini bisa datang dari kalangan ulama besar, pejabat tinggi negara seperti menteri, politisi, bahkan presiden.

Mereka disebut oleh Allah sebagai orang-orang fasik, yakni orang-orang yang suka berbuat dosa dan durhaka kepada Allah SWT.


Firman Allah, ”Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hasyr: 19).

Kemudian Farid mengutip sebuah firman Allah bagaimana ancaman terhadap orang fasik.

“Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. (QS As-Sajadah 32:20).

Namun apabila sebuah negeri itu dipenuhi dengan orang-orang beriman maka Allah akan menyelamatkan negeri tersebut dari azab dan bencana.

Diakhir khutbah Farid mengingatkan, “bahwa hanya dengan doa orang-orang beriman maka sebuah negeri akan terselamatkan” tutupnya. (*)