Produksi Karet di Aceh Barat Mencapai 14.600 ton Per Bulan Dari 24.673 Hektare Kebun

“Kalau rata-rata produksi setiap bulan seperti saat ini di Agustus yang sering hujan, rata-rata per hektare nya mampu menghasilkan getah karet sebanyak 800 kilogram per hektare per bulan,”
karet
Dokumentasi - Petani menyadap getah karet di area perkebunan karet miliknya Desa Sawang Rambot, Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (2/2/2019). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/pd.)

ACEHSATU.COM | Meulaboh – Produksi karet di Aceh Barat mencapai 14.600 ton per bulan dari 24.673 hektare Kebun.

Total luas lahan karet di daerah Aceh Barat mencapai 24.673 hektar, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat mencatat Hasil produksi karet petani di daerah tersebut mencapai 14.600 ton per bulan,

“Kalau rata-rata produksi setiap bulan seperti saat ini di Agustus yang sering hujan, rata-rata per hektare nya mampu menghasilkan getah karet sebanyak 800 kilogram per hektare per bulan,”

kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Barat, Mustafa di Meulaboh, Kamis.

Pada bulan Januari hingga April, kata dia, produksi tanaman karet petani di Aceh Barat mencapai 900 kilogram hingga 1.000 kilogram (1 ton) per hektare setiap bulannya, karena pada bulan-bulan tersebut curah hujan sangat minim.

Sedangkan harga jual karet petani di Aceh Barat, saat ini masih berada di kisaran harga antara Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kilogram.

Meski mengalami kenaikan harga, namun saat ini minat masyarakat untuk menyadap karet masih sangat rendah.

Kondisi tersebut, kata Mustafa, terjadi karena masyarakat masih fokus untuk melakukan memanen kelapa sawit karena potensi pendapatan ekonomi yang menjanjikan.

“Komoditas tanaman karet ini termasuk salah satu komoditas andalan Kabupaten Aceh Barat, karena produksinya yang sangat tinggi,” kata Mustafa menambahkan.

Mustafa juga menjelaskan, total luas areal kebun karet di Kabupaten Aceh Barat saat ini mencapai 24.673 hektare, terdiri dari tanaman menghasilkan seluas 14.694