Produk Kecantikan Karya ‘Rumah Cantik Laisya Gayo’ Sangat Diminati Pasar

Produsen produk-poduk kecantikan sudah banyak yang menggunakan bahan alami sebagai bahan produksinya. Selain aman dipakai, bahan-bahan alami juga dipercaya dapat mengatasi masalah kulit secara lebih baik dibanding dengan bahan-bahan kimia.
Produk Kecantikan Berbahan Kopi Gayo Produksi Rumah Cantik Laisya Gayo, Foto: Sulaiman untuk ACEHSATU.com

ACEHSATU.COM | TAKENGON – Produsen produk-poduk kecantikan sudah banyak yang menggunakan bahan alami sebagai bahan produksinya.

Selain aman dipakai, bahan-bahan alami juga dipercaya dapat mengatasi masalah kulit secara lebih baik dibanding dengan bahan-bahan kimia.

Bahan alami itu antara lain himalayan salt, aloe vera, charcoal, teh hijau, bunga chamomile, jojoba oil, dan shea butter.

Bahan-bahan alami tersebut digunakan untuk membuat berbagai produk mulai dari shower gel, lotion, sabun cuci muka, parfum, shampo, hingga body scrub.

Berbeda dengan sejumlah industri atau pabrik produk kecantikan pada umumnya yang menggunakan bahan kimia.

Pemilik Rumah Cantik Laisya, Maisyarah AMdKep CWCCA memilih memproduksi aneka produk kecantikan dengan bahan dasar kopi Gayo.

Dalam menjalankan usahanya sejak April 2010 lalu, perempuan kelahiran Takengon, 16 Maret 1987, ini bekerja sama dengan salah satu perusahaan di Jakarta.

Tempat usaha milik Maisyarah yang beralamat di Kampung Kemili, Kecamatan Bebesan, Aceh Tengah.

‘Rumah Cantik Laisya’ menaungi sejumlah unit usaha seperti Laisya Gayo, Laisya Beauty, Laisya Spa, Laisya Skincare, dan Laisya Baby Spa.

“Laisya Gayo memproduksi sabun dan lulur dengan bahan dasar Kopi Gayo. Sementara Laisya Beauty baru keluar izin dari BPOM pada 7 Juni 2021,” jelas alumni Akademi Keperawatan (Akper) Teungku Fakinah, Banda Aceh, ini.

Owner ‘Rumah Cantik Laisya’, Maisyarah AMdKep CWCCA, kepada ACEHSATU.com, menjelaskan banyak hal tentang usaha yang dijalankannya bersama suami tercinta, Sulaiman.

Maisyarah mengawali ceritanya tentang ide awal dirinya mendirikan usaha tersebut.

Pada tahun 2015, sebut Maisyarah, dirinya pernah mengikuti sekolah konsultan estetika dan peracikan kosmetik di Jakarta.

“Kebetulan ada dibuka jalur khusus, maka saya ambil jalur itu. Selama mengikuti pendidikan tersebut, kami diajarkan cara peracikan berbagai jenis bahan komestik.

Setelah masa belajar selesai, resep yang diajarkan oleh para instruktur saya simpan dengan harapan suatu saat nanti bisa mempraktekkannya dengan mendirikan pabrik yang memproduksi berbagai jenis produk kecantikan,” jelas ibu dari Nabila Putri Laisya dan Alsan Fajaruddin Putra Laisya, ini.

Salah satu alasan dirinya ingin mendirikan pabrik alat-alat kosmetik di Aceh, sebut Maisyarah, karena ingin membuka lapangan kerja bagi orang lain.

“Setelah sekian lama saya simpan resep itu, saya memberanikan diri untuk memulai usaha ini. Lalu, saya pergi ke Jakarta untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang sudah memiliki izin lengkap.

Alhamdulillah, upaya itu berhasil karena ada satu perusahaan yang mau menjalin kerja sama dengan masa kontrak selama lima tahun,” timpal putri dari pasangan Usman Abdurahman dan Mutiara, ini.

Lalu, sejak awal 2020 ‘Rumah Cantik Laisya’ mulai menghasilak produk-produk kecantikan walaupun masih belum dalam skala besar.

Maisyarah pemilik Rumah Cantik Laisya Gayo

Hal lain yang mendorongnya ingin memproduksi produk kecantikan, tambah Maisyarah, dia berharap ada oleh-oleh lain yang dibawa pulang setiap orang yang berkunjung ke Aceh pada umumnya dan Aceh Tengah khususnya di samping yang sudah ada selama ini seperti Kerawang Gayo, bubuk kopi, dan lain-lain.

“Targetnya, suatu saat nanti saya bisa membuka pabrik sendiri di Aceh,” ujar Maisyarah bertekad.

Perempuan yang punya hobi memasak dan mencoba resep-resep baru ini menambahkan, untuk mewujudkan ‘impiannya’ tersebut tentu ia berharap dukungan dan bantuan dari pemerintah melalui dinas terkait.

Sebab, sebut Maisyarah, tujuan dirinya mendirikan pabrik produk kecantikan adalah menyerap tenaga kerja lokal yang sebanyak-banyaknya.

“Selama ini, kami sudah memperkenalkan usaha ini ke dinas terkait di Aceh Tengah dan Pemerintah Aceh. Namun, hingga kini belum ada yang terealisasi,” katanya.

Pemasaran Sudah Sampai ke Papua

Soal pemasaran, Owner ‘Rumah Cantik Laisya’, Maisyarah AMdKep CWCCA, mengatakan, penjualan produk dilakukan menggunakan jasa sales.

“Sekarang kita baru punya empat orang sales yang bertugas memperkenalkan produk kepada masyarakat. Kedepan, kami juga akan menambah tenaga salesnya dengan harapan bisnis ini bisa cepat berkembang dan wilayah pemasaran juga makin luas,” kata Maisyarah.

Ditanya wilayah pemasaran produknya saat ini, Maisyarah mengatakan, selain ke seluruh kabupaten/kota di Aceh, barang-barang produksi ‘Rumah Cantik Laisya’ sudah diminati oleh warga luar Aceh seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pulau Jawa, dan bahkan sampai ke Papua.

“Tapi, untuk luar daerah produk kita memang belum menyebar ke seluruh kabupaten/kota di masing-masing provinsi tersebut,” ungkapnya.

Menyangkut jumlah produk yang diproduksi, Maisyarah mengatakan, setiap tiga bulan masing-masing item barang diproduksi sebanyak 10 ribu pcs.

“Kami akan terus menambah sales, memperbaiki manajemen usaha, serta membangun kantor yang lebih representatif.

Hal itu saya harapkan menjadi cikal bakal berdirinya pabrik kosmetik di Aceh pada masa mendatang.

Kalau di Takengon, sales kita menjual produknya ke toko-toko, tempat rekreasi, dan warung kopi,” demikian Maisyarah. (*)