Bireuen

Pria Lulusan SMA Ini Miliki Sentra Pembibitan Pala Terbesar di Kabupaten Bireun

Irfan Basri Menujukkan Kecambah Bibit Pala Yang Akan Ditanam dalam Polybag. (ACEHSATU.COM/TARMIZI A GANI)

Irfan Basri Menujukkan Kecambah Bibit Pala Yang Akan Ditanam dalam Polybag. (ACEHSATU.COM/TARMIZI A GANI)

Laporan Tarmizi A Gani

ACEHSATU.COM, BIREUN — Kabupaten Bireuen ternyata memiliki sentra pembibitan pala dalam skala besar. Sentra pembibitan bersertifikasi pemerintah ini dikelola Irfan Basri, seorang wiraswastawan lulusan SMA di Desa Lueng Daneuen, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen.

Irfan Basri merintis usaha tersebut sudah sejak tiga tahun lalu. Saat ini di lokasi pembibitannya tersedia sekitar 500 ribu batang bibit pala dengan umur bervariasi, mulai dari satu bulan hingga satu setengah tahun. Selain itu, Irfan juga menanam 20 ribu bibit cengkeh yang dipasarkan hingga ke seluruh kabupaten kota di Aceh

“Kini saya mempekerjakan empat pria dan empat wanita setiap harinya. Pada waktu tertentu lebih banyak pekerja yang dibutuhkan, mereka adalah warga sekitar,” ujar Irfan dalam sebuah perbincangan, Selasa (23/02/2016).

Irfan mengatakan permintaan bibit pala lebih dominan dilakukan untuk kebutuhan program pengembangan perkebunan yang didanai pemerintah. Dalam hal ini ia hanya sebagai pemasok bibit yang bersertifikasi dan terjamin mutunya.

Di tempatnya tersebut, dia membandrol bibit pala berumur 1,5 tahun dengan harga antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per batang. Sedangkan untuk bibit pala berumur delapan hingga satu tahun, dipatok seharga Rp 7.500 per batang. Menurutnya, harga jual yang dipatok lebih murah dari harga di tempat lain.

“Idealnya bibit pala ditanami pada umur delapan bulan atau sudah setinggi lutut orang dewasa, dalam satu hektar ditanami 156 batang dengan jarak antar pohon ke pohon tujuh hingga delapan meter,” jelas pemilik UD Karya Mandiri tersebut.

Irfan mengatakan untuk kebutuhan bakal bibit (kecambah) pala didatangkan dari Desa Panton Pawoh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan. Bibit pala yang didatangkan berupa kecambah untuk kemudian disemai kembali ke dalam pot plastik atau biasa disebut polybag.

“Kepada siapapun perusahaan perkebunan atau perorangan yang membutuhkan bibit pala yang berkualitas terjamin dan bersertifikasi bisa saja menghubungi kami,” katanya.(*)

1 Comment

1 Comment

  1. putri

    3 Juli 2017 at 1:02 pm

    Assalamualaikum boleh Minta nomor kontak pak irfannya..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top